Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

ancol seaworld – Mempunyai Banyak Ciri Khas, Apa Ikon Wisata Indonesia Paling Pas?

Punya-Banyak-Ciri-Khas,-Apa-Ikon-Wisata-Indonesia-Paling-Pas

ancol seaworld – Bicara Menara Eiffel pasti pikiran Anda tertuju ke Prancis. Bila Colloseum, sudah pasti paling populer dari Italia. Namun, apa ikon wisata Indonesia paling cocok dari banyak destinasi di negeri ini? 

Punya-Banyak-Ciri-Khas,-Apa-Ikon-Wisata-Indonesia-Paling-Pas

Dari Sabang hingga Merauke, ada puluhan ribu pulau dengan banyak destinasi alam, budaya serta sejarah. Dari demikian banyak itu, timbul  persoalan klasik masalah ikon wisata yang dapat mewakilkan Indonesia. 

"Kita mempunyai banyak ikon. Barangkali lantaran karena sangat banyak, dari dahulu branding indonesia tidak terlampau sukses," tutur Menparekraf, Mari Elka Pangestu pada acara peresmian Hari Marketing Nasional di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (1/4/2014). 

Hal semacam itu juga diungkapkan oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata Indonesia, Esthy Reko Astuti. Esthy menyampaikan cukup susah memastikan satu ikon wisata untuk Indonesia. Oleh karenanya, ikon wisata Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara lain. 

"Bila Candi Borobudur, ditempat lain juga banyak candi serta bangunan heritage. Bila Sabang jadi ikon perairan, Raja Ampat juga mempunyai. Kita tidak dapat disamakan dengan negara lain," tutur Esthy. 

Esthy meneruskan, satu diantara keunggulan yang jadi ikon serta ciri khas Indonesia sesungguhnya ada pada orang-orangnya. Beberapa orang Indonesia telah dikenal ramah, bersahabat serta terbuka dengan turis. 

"Kita lebih menonjolkan pada masyarakat. Seperti apa kata Ibu Mari, beberapa orang Indonesia itu otentik serta mempunyai kearifan lokal untuk melindungi lingkungan yang jadi daya tarik," kata Esthy. 

Masalah kearifan lokal, hampir di masing-masing destinasi ada suku yang tetap melindungi nilai mulia serta beresiko baik dengan lingkungan. Misalnya seperti suku Badui di Banten, suku Dayak di Kalimantan sampai suku Dani di Wamena, Papua. 

"Tiap-tiap negara mempunyai pantai serta mempunyai pantai, namun yang membedakan yaitu beberapa orang kita (Indonesia) yang terkenal ramah," kata Mari. 

Karenanya, saat ini Kemenparekraf coba terobosan baru masalah brosur-brosur wisata. Di manapun destinasinya baik di pantai atau bangunan-bangunan bersejarah, senantiasa ada potret orang Indonesia. 

"Bila ada foto pantai, kita masukan beberapa orang yang tengah memancing atau beraktifitas disana. Itu juga jadi bukti bahwasanya warisan budaya serta alam tetap selalu eksis lantaran ada beberapa orang di sekelilingnya," ungkap Mari.

Related posts