Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Foto Pulau Tidung – Meriahnya Tengger Art and Culture Festival di Pasuruan

Foto Pulau Tidung – Dalam menyemarakkan moment Bromo Marathon, digelarlah Tengger Art and Culture Festival di Pasuruan. Inilah festival yang menghadirkan kekhasan serta ciri khas dari orang-orang Tengger. Meriah! Telah bukanlah rahasia lagi Indonesia sarat bakal keindahan alamnya. Tetapi itu tidak jadi hanya satu argumen untuk menjelajahi semua nusantara. Kebiasaan istiadat serta kebudayaan Indonesia juga tidak kalah menarik untuk dikulik.

Meriahnya Tengger Art and Culture Festival di Pasuruan

Satu diantara product budaya itu yaitu Tengger Art and Culture Festival di Pasuruan. Festival yang puncak kemeriahannya berjalan pada Sabtu malam (6/9) dikerjakan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1085, sekalian untuk menyemarakkan acara Bromo Marathon edisi ke-2.

Diawali jam 14. 00 WIB, Festival di buka oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, berbarengan Kepala Budaya serta Pariwisata Pasuruan, Triyono Isdianto tersebut jajarannya. Acara festival sejatinya telah diawali mulai sejak Jumat (5/9) tempo hari. Tetapi dengan cara harafiahnya baru di buka sore tadi oleh Bupati.

Pembukaan ditandai dengan pameran-pameran dari pelaku pariwisata serta kebudayaan Tengger serta pawai dari semua desa yang ada di kecamatan Tosari, serta satu desa dari kecamatan Papar, dan satu desa dari kecamatan Puspo. Dalam sambutannya Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkap rasa terimakasihnya pada warga Tosari yang ikut mensupport terselenggaranya acara festival itu. "Tosari itu mempunyai orang-orang yang kompak serta mulia. Ini tampak dari sekarang ini, sore ini seluruhnya turut andil dalam menyemarakkan aktivitas festival ini yang di gelar pemerintah Pasuruan dalam rencana hari jadi Pasuruan yang ke 1085,"

"Saya juga terimakasih serta bangga pada Tosari lantaran besok ada aktivitas Bromo Marathon 2014 yang diikuti oleh 1. 500 peserta baik dalam ataupun luar negeri. Karenanya saya mengharapkan dari aktivitas ini orang-orang Tosari untuk siap serta terima beberapa wisatawan dengan senyum serta lega dadalewat sajian-sajian ini. Semoga wisatawan ini membawa barokah untuk ekonomi kita seluruhnya," tuturnya.

Seirama dengan Irsyad Yusuf, Kepala Budaya serta Pariwisata Pasuruan, Triyono Isdianto menyampaikan bila aktivitas ini mempunyai tujuan untuk tingkatkan kebersamaan waraga Pasuruan serta wujudkan usaha untuk mengungkapkan kekayaan serta kebudayaan juga sebagai satu diantara ikon pariwisata di Kabupaten Pasuruan.

"Di samping itu pasti untuk tingkatkan kunjungan pariwisata ke kabupaten Pasuruan terutama di kecamatan Tosari," Dari pantauan kami, pembukaan berjalan dengan sangatlah meriah. Dipandu dengan duet host Emil serta Eflin, acara yang berjalan dari jam 14.00 WIB sampai 17.30 WIB disaksikan seputar beberapa ratus warga yang memadati lapangan di kecamatan Tosari.

Menariknya, bukanlah warga setempat saja yang ada di ruang itu, namun warga dari sebagian kecamatan, juga turis yang esok harinya ikuti lomba lari Bromo Marathon juga terlihat ketertarikan melihat pembukaan itu. Sebagian bahkan juga mengabadikan festival kebudayaan itu melalui telephone genggamnya atau kamera. Umumnya dari mereka terpana lihat tindakan dari sebagian penampilan budaya dari pedesaan mereka semasing.

Sudimo, 25 th., warga asli Tosari umpamanya. Ia mengakui bangga Tosari dapat jadi tempat pembukaan festival itu. "Ya pasti sukalah mba. Tosari jadi lebih ramai karenanya ada festival ini. Th. lalu hari itu kan festivalnya di Wonokitri, saat ini disini (Tosari). Jadi lebih seru, " sahutnya menyikapi penyelenggaraan festival itu.

Adapun sebagian tampilan yang disebut seperti drum band (Desa Mojorejo), Remo (Desa Tosari), Reog (Desa Sadaeng), Ujung (Desa Wonokitri), Gamelan Kebiasaan Tengger (Desa Sadaeng), Reog (Desa Kandangan), Jaranan (Desa Baledono), BaliSanjur (Desa Ngadiwono), Reog (Desa Podokoyo), Bale Ganjur (Desa Tosari), serta Jaranan (Desa Puspo). Rangkaian acara ini selalu berlanjut sampai malam hari, yang di isi oleh beragam jenis tampilan musik dari regae, rock, jazz, sampai dangdut.

Related posts