Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Green Canyon Ciamis – Sepetak Meksiko di Kebun Raya Bogor

Green Canyon Ciamis – Sekelompok pengunjung bertukaran berfoto di depan tetenger merah bertuliskan Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor, Minggu (31/8/2014). Mereka juga berfoto di depan patung-patung dari kaktus. Ada satu patung kaktus yang mirip wanita menari. Ada tiga patung kaktus yang mirip grup musik trio. Dua patung yaitu lelaki menggunakan sombrero— topi khas meksiko—dan satu patung yaitu wanita.

Sepetak Meksiko di Kebun Raya Bogor

Di lokasi yang mungkin saja seluas 1/2 hektar itu sarat tumbuhan asal gurun Amerika serta Asia. Disini ada 100 type kaktus, agave, yucca, serta sukulen yang tidak sama bentuk serta warna batang, bunga, serta ukuran duri. Umpamanya, agave karibia atau si pedang berduri. Bentuk daun seperti pedang yang di bagian mata atau ujung yaitu duri. Ada pula Agave latifolia Karw yang berdaun merah-nila, Agave vivipara L yang di ke-2 segi daun penuh duri, Agave americana L var striata yang berdaun hijau, namun ke-2 tepinya kuning, serta Agave potatorum Zucc. Ada kaktus Cereus repandus (L) mill yang segi batang berduri serta dalam berongga bahkan juga dapat menggelembung waktu diisi air untuk hidup bulanan bahkan juga tahunan.

Seluruhnya tumbuhan gurun itu diatur pada tempat yang di beri kerikil serta karang putih, krem, marun, serta hitam. Pengaturan itu bikin Taman Meksiko memiliki nuansa gurun hingga paling tidak sama diantara tempat lain dalam lokasi seluas keseluruhan 87 hektar serta bernama resmi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia itu.

Taman Meksiko ada di segi selatan. Areal ini berbatasan dengan dinding pagar di segi Jalan Otto Iskandar Dinata atau umum disingkat Otista. Karenanya, Taman Meksiko paling gampang diraih dari gerbang paling utama di depan Simpang Suryakancana yang disebut pertemuan tiga ruas jalan, yaitu Otista, Juanda, serta Suryakancana.

Di segi utara atau seputar 2 km. dari Taman Meksiko ada Taman Koleksi Tumbuhan Obat. Bila di Taman Meksiko dapat asik berfoto dengan nuansa tidak sama, di Taman Koleksi Tumbuhan Obat yaitu waktunya menyelami kesehatan. Disini ada jalur refleksi berbentuk trotoar yang terbuat dari susunan batu. Berjalanlah tanpa ada alas kaki. Yang merasa sangat sakit di telapak kaki mungkin saja itu sinyal keadaan kesehatan kurang baik. Sakit juga adalah sinyal bahwa saraf-saraf tengah dirangsang untuk berperan baik. Janganlah cemas terjatuh. Di jalur refleksi yang disebut lintasan melengkung selama 25 mtr. itu ada pegangan di sisinya. Sayang, jalur itu semestinya ditambah hingga berupa lingkaran utuh. Karena, satu kali jalan keliling jalur refleksi mungkin saja dapat disetarakan dengan pijatan yang cukup untuk saraf-saraf telapak kaki.

Menurut info dari KRB yang mengutip Tubuh Kesehatan Dunia (WHO), 8 dari 10 warga memercayakan perawatan kesehatan pada obat tradisional yang yaitu ekstrak tumbuhan. Karenanya, terasa sangat berguna bila ke Taman Koleksi Tumbuhan Obat sekalian menaikkan pengetahuan perihal tanaman disini. Umpamanya, akar alamanda, jeruju gunung, daun tapak dara, serta kulit buah mahkota dewa yang disebut sisi tanaman yang berguna untuk bahan obat kanker payudara, rahim, otak.

Di taman ini tumbuhan obat digolongkan jadi sembilan topik atau manfaat. Untuk sakit kelamin serta kulit, pernapasan, pencernaan serta organ dalam, otot serta tulang, kewanitaan, aromatik, afrodisiak tonikum stimulan, kanker, dan penawar toksin Di KRB, beberapa tumbuhan obat memanglah berniat ditanam juga sebagai usaha pelestarian. Ada pula yang tumbuh alami, umpamanya tapak dara, kuwalot, serta tempuyung. Lantaran gampang tumbuh serta banyak diketemukan, tumbuhan-tumbuhan itu umumnya dikira liar, diremehkan, kurang di perhatikan, atau jadi dibinasakan lantaran dikira pengganggu.

Walau sebenarnya, manfaat juga sebagai bahan obat cukup mungkin. Tapak dara, umpamanya, memiliki kandungan tak kurang 100 alkaloida yang di kembangkan jadi senyawa antikanker serta obat masalah jantung. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko menyampaikan, KRB mengoleksi 21 % tanaman langka Indonesia serta dunia yang berguna untuk kehidupan juga sebagai bahan pangan serta obat.

Histori menunjukkan, kehadiran KRB yang menyatu dengan Istana Bogor bikin ”Kota Hujan”, yang dahulu bernama Buitenzorg (tanpa ada permasalahan) serta pernah jadi ibu kota Hindia-Belanda, adalah mutiara indah di bumi timur. Pasti layanan Prof DR CGC Reinwardt, botanikus asal Jerman yang menetap di Bogor awal era ke-19 pantas dikenang. Dari dialah KRB lahir, yaitu diawali dari tempat seluas 47 hektar untuk riset beragam tumbuhan di belakang Istana Bogor. Pada 18 Mei 1817, berdirilah Lands Plantentium atau Hortus Botanicus Bogorriensis yang seiring berjalannya waktu jadi KRB.

Bila datang dengan naik kereta rel listrik Commuter Line, turunlah di Stasiun Bogor. Lalu teruskan perjalanan dengan naik angkutan kota 02 (merah) Sukasari-Merdeka serta turun di Simpang Suryakancana. Belilah ticket masuk Rp 15. 000 per orang yang telah termasuk juga donasi Rp 1.000 untuk Palang Merah Indonesia. Untuk turis mancanegara, ticket bertarif Rp 25. 000 per orang.

Bila datang naik bus maksud akhir Terminal Baranangsiang, turunlah disana. Lalu, mari olahraga jalan menyusuri Jalan Pajajaran dari Terminal Baranangsiang hingga Tugu Kujang lantas belok ke Jalan Otista hingga gerbang paling utama. Pilihan lain, menyeberangi Tugu Kujang serta masuk dari pintu empat (segi timur) di Jalan Pajajaran di seberang Institut Pertanian Bogor Universitas Baranangsiang.

Bila membawa sepeda motor, dapat parkir di gedung di samping gerbang paling utama bertarif Rp 5.000 per unit. Dapat pula parkir di Plaza Bogor atau Pasar Bogor di dekat gerbang paling utama dengan tarif yang mungkin lebih mahal atau jadi lebih murah.
Yang datang dengan mobil pribadi dapat parkir di Jalan Juanda dari mulai seberang Gang Selot hingga di seberang Kantor Pajak Pratama Bogor. Dapat pula parkir di gedung-gedung di sekitar KRB yang sediakan ruang parkir.

Didalam KRB, bila malas jalan untuk berkeliling, dapat naik mobil wisata bertarif Rp 10.000 per orang. Dapat pula sewa sepeda bertarif Rp 15.000-Rp 25. 000 per jam dengan prasyarat penambahan meninggalkan kartu jati diri juga sebagai jaminan. Di KRB terdapat banyak kafe serta restoran. Ada pula pengasong es cream, bola, serta kudapan yang yaitu anggota koperasi pegawai. Bila tidak ingin jajan, bawalah bekal serta nikmatilah bersantap berbarengan keluarga atau rekan di tempat pilihan.

Pilihan lain, jajan di Jalan Suryakancana selepas nikmati KRB. Ruas bersejarah itu adalah satu diantara lokasi surga kuliner khas Bogor. Disini ada kudapan goreng combro, misro, pisang, tahu, tempe, serta singkong. Ada pula toge goreng, laksa, ngohiang, soto kuning, soto mi, sate, marangi, asinan, lontong atau ketupat sayur. Janganlah lupa menyeruput bir kocok, es cendol, es cincau, serta es pala.

Related posts