Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Homestay Pulau Pari – Tantangan Panjat Tebing di Gunung Parang, Purwakarta

Homestay Pulau Pari – Kesibukan olahraga ekstrem yang meningkatkan adrenalin senantiasa seru untuk dikerjakan. Satu diantara olahraga yang dapat dicoba yaitu Panjat Tebing. Petualang dapat mengerjakannya di tebing Gunung Parang, ditanggung seru serta menegangkan! 

Tantangan Panjat Tebing di Gunung Parang, Purwakarta

Sesudah lakukan portaledge (menginap di tebing) sekian waktu lalu di Gunung Parang, Kampung Cihuni, Purwakarta, Jawa Barat, weekend tempo hari saya mau mengulanginya kembali. Saat ini dengan membawa peralatan baru berbentuk chair/seat hammock. Saya memikirkan dapat nikmati senja dari segi tebing serta memulai perubahan hari dari siang ke malam dengan secangkir teh hangat sembari duduk membaca buku diatas kursi hammock. 

Pagi tetap sepi serta jalanan tetap lancar jadi tidak memerlukan saat lama untuk tiba kembali di Cihuni. Tidak sama dengan 2 kali kunjungan pada awal mulanya, saat ini saya memakai jalur tidak sama, yaitu jalur Cilalawi. Jalur ini sama juga dengan jalur yang saya pakai waktu pulang ke Jakarta di kunjungan setelah sebelumnya memperoleh informasi dari Mang Kartolo lantaran lebih sepi serta lebih cepat. 

Panorama lewat jalur Cilalawi ini sangatlah indah lantaran tak seramai bila lewat jalur Ciganea. Sawah hijau terbentang dengan latar belakang Gunung Parang dari segi utara. Di sebagian tempat dapat juga tampak dengan terang, Waduk Jatiluhur tengah pancarkan pesona keindahannya. Saya sekian kali berhenti cuma untuk sebatas mengabadikan lukisan alam yang ada di selama perjalanan. 

Jam tunjukkan jam 13. 00 siang waktu kami mulai bergerak menuju titik awal pemanjatan yang dapat ditempuh dengan trekking sepanjang 10 menit. Peralatan telah disediakan, carabinner, runner, tali, bahkan juga harness telah terbelit di pinggang waktu langit tiba-tiba beralih jadi gelap serta dengan amat cepat, diimbangi dengan tumpahan air dari langit. 

Bukan hanya itu saja, petir serta kilat juga menyambar dengan ganasnya. Kami mencari tempat berteduh sembari buka perbekalan serta kompor untuk memasak air. Kami mau menyingkirkan rasa dingin dengan menyeruput satu gelas kopi atau teh lantaran angin lumayan kencang. Kami mengharapkan hujan ini cuma sesaat serta kami dapat kembali meneruskan gagasan pendakian. 

Sampai habis sebagian gelas kopi serta teh, hujan jadi makin deras. Hari telah mulai gelap, pada akhirnya kami mengambil keputusan bahwasanya kami tidak barangkali memanjat hari ini. Peralatan yang telah terhampar serta terpasang terpaksa kami benahi kembali. Sebagian peralatan bakal kami bawa kembali ke basecamp serta sebagiannya terus kami biarlah terpasang serta taruh di segi bawah tebing.  

Dengan langkah gontai, kami menembus hujan untuk kembali ke basecamp. Malam ini dengan sangatlah terpaksa saya tak dapat melupakan malam di segi tebing seperti pada awal mulanya. Kecewa namun tidak berdaya lantaran ini yaitu aspek alam. 

Related posts