Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

hotel marina ancol – Pelayan Seksi & Bersantap Makan Ala Ksatria Inggris

Pelayan-Seksi-&-Bersantap-Makan-Ala-Ksatria-Inggris

hotel marina ancol – Di layar kaca, sering kita melihat film drama kerajaan di Inggris dengan adegan makan beberapa bangsawan. Bila mau rasakan suasana makan ala beberapa ksatria berpedang, coba Medieval Banquet di London, Inggris.

 Pelayan-Seksi-&-Bersantap-Makan-Ala-Ksatria-Inggris

London adalah kota tua yang telah jadi pusat keramaian dari abad pertengahan. Pada zaman raja-raja masa lampau, banyak pelancong yang keluar masuk kota ini.

Yang di cari beberapa pelancong zaman baheula tidak beberapa macam, tentunya hotel serta tempat makan. Nah, ada tempat makan di dalam kota London yang mempunyai tema abad pertengahan.

Pada mulanya, kami telah berkeliling Tower of London berbarengan rombongan nasabah BNI pemenang undian kartu kredit serta debit co-brand BNI-Chelsea serta mahasiswa pemenang Debat Aspirasi Untuk Negeri BNI.

Setelah senang berkeliling melihat-lihat menara paling populer di ibukota Inggris itu, rombongan juga menghilangkan rasa lapar di restoran unik Medieval Banquet. Restoran ini terdapat di Ivory House, St Katherine Dock, London E1W 1BP.

Dimulai dari interior sampai ke pelayannya seluruhnya penuh nuansa abad pertengahan. Restoran ini terdapat dibawah tanah yang mirip ruang-ruang kastil saat itu dengan ornamen saat lalu.

Suatu lorong utama membantang lebar, di sisinya ada lima lorong serta masing-masing diletakkan meja kayu serta kursi panjang untuk perjamuan. Penerangan sedikit redup dari suatu lampu diatas obor yang di buat sedemikian rupa menyerupai obor.
Pelayannya yaitu beberapa wanita yang mengenakan pakaian Abad Pertengahan. Baju ini cukup seksi lantaran mereka memakai korset dibawah dadanya yang membusung.

Mereka akan memanggil tamu dengan sebutan 'My Lord' serta 'My Lady'. Tamu juga tak perlu segan untuk menyuruh-nyuruh mereka karena mereka benar-benar serius bertindak untuk pelayan yang kerjanya cuma melayani beberapa Lord dan Lady seperti di Abad Pertengahan.

Menu yang di tawarkan sangat beragam lantaran tergantung musim. Tetapi, secara umum menunya yaitu sop sayuran serta roti untuk pembuka. Kemudian makanan utama terbagi dalam daging sapi panggang, ayam panggang, kentang, serta sayuran.

Terakhir ditutup dengan makanan penutup yang manis-manis, seperti butterscotch bread pudding. Selain air putih, tamu dapat juga meminta minuman keras seperti anggur atau bir.

Menu dari pembuka sampai penutupan diantarkan dengan cara bergiliran. Tidak butuh sopan santun di restoran ini. Anda bebas berteriak-teriak seperti beberapa ksatria lapar yang sudah tidak sabar segera makan.

Panggil saja beberapa pelayan dengan teriakan, "Wench!". Berarti pelayan. Mereka akan siap melayani Anda dengan sigap.

"Soup! Here you go My Lord," kata satu diantara pelayan mengantarkan sebagian mangkok sup sekalian ke meja besar dihadapan Tamu

Salah satu rekan dari Indonesia menjawab, "Thank you, My Lady." Tapi si pelayan menolak disebut Lady. "I'm your wench, not a lady," tutur si pelayan sambil tersenyum.

Acara makan juga terkadang diselingi pertunjukan hiburan kuno, seperti pemain akrobat atau balet. Tetapi sayangnya waktu kami bersantap tak ada jadwal pertunjukan.

Biaya bersantap disini tak dapat disebut murah. Satu orang dewasa harus merogoh kocek sampai 50 Poundsterling atau sekitar Rp 1 juta, sedangkan anak-anak hanya 30 Poundsterling (Rp 600. 000).

Related posts