Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

impian jaya ancol – Pemerintah Bidik Rp 125, 5 Triliun dari 9, 4 Juta Wisman

Pemerintah-Bidik-Rp 125, 5-Triliun-dari-9, 4-Juta-Wisman

impian jaya ancol – Menparekraf Mari Elka Pangestu kembali menegaskan tujuan kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini sebesar 9, 4 juta orang. Dari jumlah ini, pemerintah mengharapkan dapat mendulang devisa US$ 11 miliar atau Rp 125, 5 triliun.

Pemerintah-Bidik-Rp 125, 5-Triliun-dari-9, 4-Juta-Wisman

"Bidang pariwisata tahun lalu dipandang dari sisi perkembangan wisman (wisatawan mancanegara) sejumlah 8, 8 juta atau tumbuh 12% dengan nilai US$ 10 miliar. Tujuan tahun 2014 ini dapat meraih 9, 5 juta orang dengan nilai US$ 11 miliar," ungkap Mari waktu ditemui di acara Trade International anf Trade Investment Summit 2014 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Senin (14/04/2014).

Dipandang dari data Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Kreatif, jumlah kunjungan wisatawan asing jauh lebih kecil apabila dibandingkan wisatawan domestik. Jumlah kunjungan wisatawan domestik didalam negeri tahun 2013 meraih 250 juta perjalanan.

"Dengan meningkatnya daya beli orang-orang kita, perjalanan dalam negeri meningkat. Tahun lalu meraih 250 juta perjalanan oleh orang Indonesia didalam negeri itu sendiri dengan nilai Rp 170 triliun," tuturnya.

Ia juga menjelaskan apabila bidang pariwisata didalam negeri akan menumbuhkan perubahan usaha layanan. Oleh karenanya untuk mendongkrak pendapatan di bidang pariwisata dalam negeri, Kemenparekraf telah memetakan potensi wisata di sebagian daerah.

Adapun inspirasi baru yang sudah di kembangkan Kemenparekraf yaitu dengan menggabungkan industri tambang menjadi bidang pariwisata. Langkah tersebut telah dikerjakan di beberapa kota/kabupaten seperti di Sawahlunto, Sumatera Barat.

"Setiap kabupaten mempunyai potensi pariwisata pada daerah masing-masing. Kita bakal identifikasi bagaimana kelebihan daerah masing-masing. Tourism bukan sekedar perjalanan namun jasa-jasa yang dapat dihasilkan masing-masing daerah. Jadi bukan sekedar tambang. Sawahlunto dari tambang tempat tambangnya dikonversi jadi lokasi untuk berlibur untuk mendorong pariwisata. Jadi bagaimana potensi pariwisata kita? Saya katakan cukup mengagumkan," jelasnya.

Related posts