Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Letak Pulau Harapan – Ka Sa’o Milo Wula, Perayaan Kebiasaan yang Keren Dari Flores!

Letak Pulau Harapan – Indonesia sungguh kaya budaya. Di Flores, ada upacara perayaan peresmian rumah adat baru, namanya upacara Ka Sa’o Milo Wula. Beruntunglah traveler bila menjumpainya. Perayaannya sungguh sangatlah meriah serta keren! Peristiwa ini dirayakan juga sebagai ungkapan sukur pada Sang Pencipta serta beberapa leluhur atas selesainya sistem pembangunan rumah kebiasaan yang sangat kami jagalah serta lestarikan keberadaannya.

Ka Sa'o Milo Wula, Perayaan Kebiasaan yang Keren Dari Flores!Perayaan itu juga adalah pengukuhan bahwa rumah ini telah sah dengan cara kebiasaan serta siap untuk dihuni oleh keluarga. Dalam bhs daerah dimaksud Ana Sa’o yang bermakna keluarga dalam, sesaat Milo Wula yaitu nama dari rumah adat kami. Saat sebelum perayaan sukur ini, beberapa tetua dari keluarga, urun rembuk untuk menyiapkan perayaan itu. Daftar tamu serta keluarga dari pihak ipar serta dalam yang diundang, sajian makanan berbentuk hewan-hewan sembelihan berbentuk ayam, babirimba serta kerbau, beras serta minuman, pembawa acara kebiasaan, pemain musik tradisional serta panitia persiapan makanan, seluruhnya disiapkan dengan baik.

Persiapan perayaan ini dapat jadi peristiwa dimana beberapa orang di seputar dapat sama-sama bersilaturahmi serta semua keluarga dapat lebih mempererat ikatan kekeluargaan. Perayaan terdiri kian lebih sehari, yang di dalamnya ada beribadah berbarengan. Lalu beberapa tamu yang diundang membawa bahan makanan berbentuk beras atau hewan sembelihan. Seluruhnya tamu membawakan tari-tarian kebiasaan yang dimaksud Ja’i, dengan memakai pakaian adat.

Dengan cara tata acara, tamu yang datang berkumpul di depan pintu masuk kampung rumah kebiasaan, sembari meneriakan dengan cara lantang puisi dalam bhs daerah (puisi dibawakan oleh pria). Lalu pihak tuan rumah menegur kembali, lantas bertanya apa maksud serta maksud mereka datang. Sesudah telah dipersilakan masuk ruang kampung rumah kebiasaan oleh perwakilan tuan rumah, musik daerah juga mulai dimainkan, serta beberapa tamu masuk dengan menarikan Ja’i, mereka lantas disambut oleh keluarga dalam yang juga turut menari.

Ini yaitu kali pertama, saya ikuti upacara kebiasaan yang sangatlah terkesan. Sampai saya terasa betul-betul mempunyai jati diri budaya yang kuat. Sesudah demikian lama saya tidak kembali ke kampung orang-tua, lantaran saya tinggal serta bekerja di Jakarta. Saya sangatlah banggga dengan kebiasaan istiadat daerah saya

Related posts