Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Letak Pulau Pari – Indah Potret Alam & Kehidupan di Pulau Karampuang

Letak pulau pari – Suatu pulau di dekat Mamuju, Sulawesi Barat menaruh keindahan alam serta kehidupan yang belum banyak di ketahui. Inilah Karampuang, pulau simpel dgn alam nan memesona serta kehidupan yang indah. Berkunjung ke Karampuang adalah satu diantara pesona wisata sendiri. Pulau seluas 6, 21 km persegi ini tak hanya menaruh keindahan alam yang tetap perawan serta mempunyai bermacam mitos.

Indah Potret Alam & Kehidupan di Pulau Karampuang

Perahu dgn panjang 10 mtr. serta lebar 1, 5 mtr. itu meninggalkan Pelabuhan Mamuju seputar jam 16. 32 WIT. Di perahu yang beratap terpal itu ada 20 penumpang. Mereka kembali ke Pulau Karampuang sesudah berbelanja atau mungkin beraktivitas yang lain di Kota Mamuju. Untuk suatu pulau yang terpisah dari Kabupaten Mamuju, sejauh 3 km, transportasi laut dgn memakai perahu adalah hanya satu jalan yang bisa dilewati.

Pulau Karampuang dengan cara administrasi ada dibawah Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat. Walau untuk pulau terpisah tetapi kesibukan dari Pulau Karampuang ke Mamuju serta sebaliknya berdenyut dari jam 05.00 sampai 18.00. Denyut kesibukan berlangsung karena jarak antar ke-2 pulau itu tak jauh hingga kapal yang penulis tumpangi tadi tiba di Karampuang jam 16.53. Seputar 19 menit. Bila ombak tenang laju perahu dapat jadi lebih cepat.

Perahu yang penulis tumpangi tiba di Pelabuhan Karampuang I. Pelabuhan itu yaitu 1 dari 6 titik masuk ke Karampuang. Karampuang I adalah pintu masuk teramai tak hanya Pelabuhan Ujung Bulo. Berkunjung ke Karampuang adalah satu diantara pesona wisata sendiri. Pulau seluas 6, 21 km persegi ini tak hanya menaruh keindahan alam yang tetap perawan serta mempunyai bermacam mitos.

Karampuang yang datang dari bhs Mamuju bila disimpulkan saat bhs Indonesia berarti rembulan atau mungkin bln purnama. Sesungguhnya nama asli pulau itu yaitu Pulau Liutang tetapi seseorang biduan dari Mamuju, Andi Maksum, memberikan pujian pada keindahan pulau itu seperti rembulan saat suatu lagu yang berjudul Karampuang. Maka pada akhirnya nama ini yang lebih popular untuk menyebutkan nama pulau itu di banding dgn nama aslinya.

Ada versus lain saat masalah nama Karampuang. Konon pulau itu jadi tempat persembunyian beberapa raja dari kejaran tentara Belanda, di saat kolonialisme. Persembunyian diberi nama karampuang karena kata itu disusun dari Kara berarti karang, batu, atau mungkin pulau ; serta Puang berarti bangsawan, ningrat, raja (maradika). Dari paduan dua kata itu membuat suatu makna pulau beberapa raja atau mungkin pulau beberapa bangsawan. Bhs itu datang dari bhs suku di Sulawesi seperti Bugis, Makassar, serta Toraja.

Apa pun nama serta bagaimana asal-usulnya yang pasti apabila kita berkunjung di pulau yang ditempati sebagian besar etnis Suku Mamuju itu kita bakal takjub. Untuk lokasi di daerah Indonesia sisi timur yang kerap dikonotasikan dgn daerah tertinggal maka pulau ini dapat tetap minim sarana yang ada. Tetapi dari sinilah petualangan di pulau ini jadi sangatlah menarik serta alami.

Di pulau yang terbagi dalam 7 dusun itu belum ada homestay, losmen, bahkan juga hotel. Apabila wisatawan mau berlama di Karampuang ia dapat tinggal di rumah-rumah masyarakat. Walau kita dapat tinggal dirumah masyarakat tetapi janganlah di tanya masalah tersedianya listrik serta air bersih yang cukup. Di pulau yang ditempati oleh 3. 327 jiwa ini listrik yang disuplai dari PLN belum ada. Orang-orang tetap memercayakan suplai listrik dari mesin memiliki bahan solar yang mereka kelola sendiri. Semasing dusun mempunyai mesin pembangkit listrik dengan cara swadaya.

Kemampuan listrik yang terbatas bikin suplai listrik dari pembangkit cuma dapat disiapkan dari jam 18. 00 sampai 22. 00. Pengalaman penulis waktu tinggal dirumah Kepala Desa Karampuang, saat anaknya asik melihat suatu kontes musik dangdut di satu diantara stasiun tv, mendadak listrik mati.

Apabila di Jakarta saat listrik mati, tentu orang mengumpat, tetapi disana tak karena mereka maklum jam saat suplai telah selesai ketika malam itu. Keadaan yang demikian pula tak disadari penulis walau pada awal mulanya diingatkan bakal durasi suplai listrik. Penulis dengan cara tak sadar mau beli soft drink dingin tetapi diingatkan oleh seseorang masyarakat bahwasanya disini tak ada soft drink dingin karena listrik tidak kuat menyuplai kulkas. Jadi diatas jam 22. 00, pulau itu gelap gulita. Sinar yang ada mungkin saja datang dari rembulan atau mungkin gemerlap lampu dari Kota Mamuju. Di dalam kegelapan yang mendekam tersebut pengalaman sangatlah romantis serta syahdu apabila kita duduk di tepi pantai saat diterangi oleh purnama.

Tidak cuma listrik sebagai persoalan di pulau. Persoalan air juga sekian. Sekarang ini orang-orang menggantungkan air tawar dari sumber-sumber mata air yang ada. Satu diantara sumber mata air itu yaitu mata air 3 Rasa. Sumber mata air ini tidak sebatas jadikan air kehidupan oleh orang-orang tetapi juga jadi obyek wisata andalan. Seperti nama Karampuang narasi mata air 3 Rasa itu juga banyak versus. Ada mitos yang menceritakan ada leluhur orang Karampuang lihat ada mata air yang jernih. Oleh leluhur mata air itu dipisahkan jadi 3 sisi. Pembelahan 3 sisi itu mengakibatkan terasa juga jadi tiga, tawar, payau, serta asin. Untuk orang-orang seputar ketika saat itu, kehadiran sumber air 3 Rasa mungkin saja cuma hanya itu tetapi satu saat ada seseorang yang datang dari Makassar mengambil air dari tempat itu serta anehnya sesudah memakai air itu ia memperoleh jodoh. Narasi yang sekian menyebar ke mana-mana hingga mata air 3 Rasa itu juga diberi nama Sumur Jodoh.

Narasi yang sekian rupanya juga dipercaya oleh masyarakat setempat. Di waktu bln purnama, gadis-gadis Karampuang menumbuk tepung untuk jadikan bedak. Bedak itu ditaburkan di muka sebelumnya setelah dibilas dgn air dari Sumur Jodoh. Beberapa gadis lakukan sekian supaya parasnya cantik, nampak aura dari saat badan, jalannya gemulai, serta memiliki karakter lembut seperti air. Mujarabnya air dipercayai bukan sekedar hanya itu konon tuturnya air itu dapat dipakai untuk penyembuhan alternatif. Bila ada orang yang tidak yakin dgn manfaat Sumur Jodoh itu sah-sah saja. Tetapi menurut pernyataan salah seseorang masyarakat, janganlah mengumpat atau mungkin berkata jorok ditempat itu. Sempat ada seseorang yang mengumpat di seputar sumur itu. Selang beberapa saat ia kesurupan.

Saat penulis mendatangi Sumur Jodoh atau mungkin mata air 3 Rasa, terlihat beberapa gadis serta golongan ibu dan anak-anak memakai air itu untuk mandi. Sumur Jodoh itu kelihatannya bakal jadi masa lalu serta tempat narasi saat air dari PDAM masuk ke pulau itu. Sinyal tanda air dari PDAM masuk ke pulau itu telah ada, infrastruktur pipa serta penampungan telah di bangun. Menurut salah seseorang masyarakat, selepas Pemilu, air dari PDAM telah beroperasi masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Saat masalah upacara kebiasaan leluhur, tiap-tiap bln delapan beberapa masyarakat bikin sesajen untuk selametan. Saat kebiasaan yang dimaksud Poalibe Angangatane itu orang-orang bikin sesaji yang terbagi dalam beragam makanan dari hasil bumi itu sesudah didoakan tetua kampung dibawa ke laut serta lalu dilarung. Keyakinan yang sekian dipercaya untuk doa serta tolak bala. Melarung ke laut untuk lambang buang penyakit serta berdoa supaya memperoleh rezeki yang melimpah serta kesehatan jasmani serta rohani.

Untuk pulau yang terpisah serta luasnya tanggung, kecil tak besar juga tak, di pulau ini transportasi darat cuma sepeda motor serta jumlahnya amat sedikit. Antardusun disambung dgn jalan selebar 1 sampai 3 mtr. yang disemen. Dgn jalan tersebut wisatawan dapat menjelajah luas pulau. Rupa bumi di pulau itu yaitu pegunungan hingga jalan antardusun naik turun. Hingga apabila hiking atau mungkin trekking dibutuhkan tenaga yang besar apabila tidak ingin ngos-ngosan. Menjelajah pulau itu dapat dilewati dgn sepeda motor dapat pulau dgn jalan kaki. Apa pun fasilitas serta langkahnya apabila kita melewati jalan-jalan yang ada, di kanan-kiri tetap di dominasi oleh rimbunnya pohon-pohon. Pohon kelapa, bambu, pohon berbatang besar serta berakar kuat yang tumbuh di pulau itu menaikkan eksoktik Karampuang.

Menurut Kepala Desa, pulau itu dahulu dianjurkan ditanami pohon kelapa saja hingga namanya Pulau Kelapa. Untuk pengagum skin diving (selam dangkal) serta snorkeling (selam permukaan), Karampuang memanglah tempat yang pas untuk menyalurkan hoby itu. Tempatnya di Paniki atau mungkin di samping kanan serta kiri Pelabuhan Ujung Bulo. Di samping kanan serta kiri Ujung Bulo kelihatannya lebih enak karena pelabuhan ini segera mempunyai akses ke Pelabuhan Mamuju.

Ujung Bulo dapat ditempuh melalui Karampuang I dgn memakai sepeda motor. Memakai sepeda motor saat tempuhnya seputar 15 menit. Jalan selebar 1 sampai 3 mtr., ada yang telah disemen, batako, ada juga yang berbentuk tanah, naik turun, berkelok, serta kanan-kiri ada banyak pohon-pohon jadi petualang sendiri untuk wisatawan. Pelabuhan Ujung Bulo adalah landmark dari Karampuang. Pelabuhan berbentuk dermaga yang terbuat dari kayu itu mempunyai panjang 200 mtr. menjorok ke laut, lebar 1, 5 mtr. dan beratap kalisi (anyaman bambu). Wisatawan yang ada di dermaga ini dapat nikmati beningnya air laut Karampuang serta indahnya Laut Mamuju. Di samping kanan dermaga ada banyak kapal wisata yang ditambatkan yang siap melayani wisatawan keliling pulau.

Untuk suatu lokasi yang sendiri, terkecuali ikan, semua keperluan hidup bahkan juga guru SD serta SMP dihadirkan dari Mamuju. Satu pagi saat penulis akan meninggalkan pulau itu, lihat kehadiran perahu dimana diantara penumpang yang ada yaitu beberapa guru. Mereka tiap-tiap hari, pergi serta pulang, untuk mencerdaskan anak-anak Karampuang.

Related posts