Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Liburan di Pulau Tidung – Mari Bertandang ke Museum Tsunami Aceh

Liburan di Pulau Tidung – Aceh mempunyai wisata kelam bertopik tragedi bencana tsunami maha dahsyat 10 th. silam yang menewaskan seputar 170 ribu orang. Saat ini, beberapa wisatawan juga dapat kembali kenang tragedi tersebut di Museum Tsunami di Banda Aceh. Pariwisata Aceh ataupun bidang yang lain mulai bergeliat serta tumbuh cepat menyusul ketertinggalan dari daerah lain. Seolah tidak ingin lama-lama larut dalam duka tsunami. Saat ini, Aceh telah move on.

Mari Bertandang ke Museum Tsunami Aceh

Buktinya dapat kita temui di Museum Tsunami Aceh. Museum ini terdapat di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh. Detik-detik terjadinya tsunami, momen-momen menegangkan, serta sisa-sisa tragedi tsunami dapat kita temui disini. Sebelum saat masuk museum, beberapa pengunjung pada awalnya masihlah dapat ceria, berfoto narsis ria dengan background sisi luar museum yang berdesain minimalis futuristik. Namun demikian melangkahkan kaki ke, beberapa pengunjung bakal turut rasakan duka mendalam yang dirasakan beberapa korban tsunami.

Beberapa pengunjung pertama kali bakal masuk lorong yang cuma diterangi sinar dari luar, persis dari ketinggian 40 mtr.. Jerit ketakutan mulai nampak waktu air mengucur deras di tembok kanan serta kiri lorong. Sesekali, air itu memercik ke kepala serta badan beberapa pengunjung. Lantunan ayat Al Qur'an mulai terdengar terang bersamaan langkah kaki jalan. Sungguh bikin bulu kuduk siapa saja merinding kembali kenang apa yang dirasakan beberapa korban. Lorong ini berupa agak melingkar hingga ujungnya sedikit tak terlihat.

Ruang setelah itu yaitu Memorial Hall yang diisi dokumentasi photo tragedi tsunami yang dipertunjukkan oleh slide automatis di 26 monitor. Di samping Memorial Hall, ada ruang bernama Light of God. Ruang ini berupa lingkaran seperti cerobong. Ruangan ini berperan juga sebagai ruangan doa, di mana beberapa pengunjung cuma disinari sinar dari lampu remang-remang serta ujung cerobong memiliki bahan kaca tembus pandang. Dibagian atasnya tercatat lafadz Allah dalam bhs Arab. Nama beberapa korban tsunami terpahat di tembok di sekitar ruang.

Lorong setelah itu, berupa melingkar, bernama Lorong Kebingungan. Lorong ini melukiskan kebingungan korban tsunami yang kesusahan membaca arah waktu menyelamatkan diri dari sapuan gelompang laut setinggi beberapa puluh mtr. Mengambil langkah ke ruangan setelah itu, Anda bakal mulai diterangi sinar diatas jembatan, ada jejeran bendera negara-negara yang turut menolong korban tsunami. Itu baru lantai pertama lantaran Museum

Tsunami Aceh sendiri tempati bangunan 4 lantai dengan luas 2. 500 m2. Masuk ke lantai 2, ada kafe serta ruangan dokumentasi. Satu ruangan untuk pemutaran film dokumenter tentang detik-detik terjadinya tsunami, ruangan yang lain untuk memajang foto-foto efek tsunami serta usaha rehabilitasi. Di lantai 3 tedapat ruangan multimedia, tempat pengunjung rasakan gempa dalam sebagian taraf.

Meskipun menyedihkan, seperti kembali kenang luka lama, tetapi beberapa wisatawan bisa menuai satu hikmah pelajaran dari museum ini. Bahwasanya sebenarnya Tuhan lebih berkuasa atas apa pun didunia ini. Lewat dark tourism di Aceh, wisatawan dapat belajar bahwasanya bencana adalah peringatan supaya kita senantiasa bertakwa serta berbuat baik pada sesama.

Related posts