Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Paket Hemat Pulau Pari – Keraton Kasepuhan Cirebon, Tiga Agama serta Budaya Menyatu

Paket Hemat Pulau Pari – Keraton Kasepuhan, object wisata utama di kota Cirebon, Jawa Barat, barangkali telah diketahui serta telah dikunjungi. Tetapi, apakah Anda telah betul-betul mengenalnya? Sesaat wujud bangunan serta beragam koleksi benda kuno di keraton ini telah banyak di ketahui, kombinasi beragam unsur agama serta budaya dalam rancang bangun dan benda kuno di Keraton Kasepuhan barangkali terlewati.

Keraton Kasepuhan Cirebon, Tiga Agama serta Budaya Menyatu

Keraton Kasepuhan serta pernak-pernik yang tersimpan di dalamnya yaitu kombinasi dari tiga agama, yakni Hindu, Islam, serta Buddha, dan tiga budaya, yakni Jawa, Tiongkok, serta Eropa. Kombinasi ini jadikan Keraton Kasepuhan lebih istimewa dari keraton yang lain. Keseluruhannya, kompleks keraton terbagi dalam keraton tersebut, alun-alun, dan masjid. Rancangan ini sama dgn Keraton Yogyakarta serta Solo, adalah representasi dari arsitektur Islam nusantara.

Tetapi sekian, Keraton Kasepuhan tetap mempunyai unsur Hindu yang kental. Tembok keraton yang terbagi dalam bata merah serta wujud gapura keraton sama dgn arsitektur bangunan Hindu semacam keraton Majapahit. Dari segi budaya, kehadiran Siti Hinggil serta pendopo-pendopo kecil yaitu representasi dari bangunan Jawa. Sesaat, ada juga keramik-keramik dinding yang mempunyai 2 corak, Eropa serta Tiongkok.

Di Taman Bundaran Dewandaru yang terdapat di kompleks tengah keraton, unsur Hindu dapat didapati dalam bentuk Lembu Nandu. Sesaat, unsur Eropa berwujud meriam hadiah dari Thomas Stanford Raffles. Benda kuno keraton yang tunjukkan dgn terang kombinasi unsur beragam agama serta budaya yaitu kereta kencana Singa Barong, kereta kencana tua mutakhir pertama buatan Indonesia.

Sandy Atmawijaya, satu diantara pemandu Keraton Kasepuhan, waktu kami kunjungi sekian waktu lalu menyampaikan, " Design kereta ini melambangkan persahabatan antar-agama. "Pd sisi depan kereta, ada bentuk hewan yang disebut paduan dari tiga hewan sekalian, yaitu gajah, garuda, serta naga. Belalai gajah yaitu simbol agama Hindu, garuda bersayap burak yaitu simbol Islam, sedang naga yaitu simbol Buddha. Kereta kencana itu, kata Sandy, istimewa lantaran telah mengetahui system suspensi semacam mobil mutakhir saat saat ini. Ketidaksamaannya, tehnik suspensi ini tak memakai system pegas, namun kulit. Ada empat sabuk kulit yang bikin kereta ini tambah nyaman digunakan. Kelebihan kereta kencana Singa Barong yang lain yaitu sayap burak yang dapat bergerak waktu kereta jalan. Ini bikin sayap dapat berperan semacam kipas angin untuk sang raja yang ditandu.

Keraton Kasepuhan mulai di bangun pd thn 1430 oleh Pangeran Walang Sungsang atau mungkin Cakrabuana, putera mahkota Kerajaan Pajajaran. Waktu keraton mulai di bangun, lokasi Cirebon tetap dimaksud Caruban. Bangunan tertua keraton yaitu Keraton Pakungwati. Di kompleks keraton ini, ada Sumur Kejayaan. Air sumur itu kerap digunakan untuk bermacam ritual. Saat ini, keadaan bangunan tertua ini telah banyak alami rusaknya.

Pd saat Sunan Gunung Jati, bangunan keraton diperluas. Ada pembangunan Siti Inggil atau mungkin tanah yang tinggi dan lima bangunan tanpa ada dinding. Diluar itu, ada penambahan pembangunan sisi inti keraton yang saat ini digunakan untuk rumah raja. Walau saat ini tidak semegah Keraton Yogyakarta serta Solo, Keraton Kasepuhan terus menarik untuk dikunjungi. Bermacam benda kuno tersimpan, dimulai dari Lukisan Prabu Siliwangi sampai Ukiran Kama Sutra dan beragam jenis gamelan kuno.

Related posts