Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Paket Murah Pulau Pramuka – Menyusuri Jejak Perempuan Aceh yang Perkasa di Benteng Inong Balee

Paket Murah Pulau Pramuka – Perempuan-perempuan Aceh mempunyai pesona sendiri serta di kenal gigih serta tangguh mulai sejak dahulu kala. Satu diantara wanita itu yaitu Laksamana Keumala Hayati. Ketahui jejak perjuangannya di Benteng Inong Balee, Aceh Besar. Berwisata ke beberapa tempat histori memanglah bukan hanya hal yang susah bila mempunyai kampung halaman di Aceh. Terutama saat kita mau temukan tempat yang penuh dengan jejak serta semangat kegigihan pejuang Aceh waktu melawan penjajah. Dibawah komando Laksamana Keumala Hayati atau mungkin Malahayati, Benteng Inong Balee dapat berdiri tegak serta gagah berani menyingkirkan beberapa penjajah yang masuk ke Aceh.

Menyusuri Jejak Perempuan Aceh yang Perkasa di Benteng Inong Balee

Isi berlibur bertandang ke Benteng Inong Balee (wanita janda) barangkali tidaklah tempat favorite seperti yang umumnya Anda jumpai. Terdapat diantara perbukitan di pelosok Bukit Soeharto, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar juga bakal temukan medan yang cukup keras untuk temukan tempat ini. Tak ada banyak info atau mungkin tulisan-tulisan yang dapat diketemukan di komplek Benteng Inong Balee ini. Cuma terdapat banyak pamflet yang bertuliskan nama situs histori dan monumen yang di bangun pasca-tsunami.

Menilik rekam histori, benteng yang ada di ujung timur atau mungkin Teluk Krueng Raya ini tidak bisa dipisahkan dari sosok Laksamana Malahayati. Seseorang wanita pertama dari Kesultanan Aceh yang demikian berjasa dalam mengawal diplomasi bangsa Aceh dengan negara-negara di Eropa. Hadirnya Laskar Inong Balee, sebutan untuk pasukan spesial penjaga benteng yang terbagi dalam beberapa janda, yang legendaris itu satu diantara cikal akan hadirnya benteng yang diinisiasi oleh Malahayati. Tak heran, nama wanita yang berhasil untuk panglima militer sekalian diplomat ini dapat diabadikan jadi nama pelabuhan yang tidak jauh letaknya dari benteng, yaitu Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya.

Tak hanya untuk wanita yang telah diakui serta dicatat dalam histori beragam bangsa, Malahayati adalah istri dari satu diantara Laksamana dari Kesultanan Aceh yang gugur waktu memukul mundur armada Portugis saat itu dengan tersisa banyak pengorbanan. Sudah banyak pejuang Aceh yang juga turut gugur hingga bikin banyak istri-istri dari pejuang angkatan laut Aceh jadi janda. Melalui keberanian serta gagasan Malahayati-lah, pada akhirnya beberapa janda prajurit ini juga diberdayakan dalam dinas kemiliteran dengan benteng pertahanan Inong Balee yang sekalian jadikan untuk pusat support logistik untuk dan jadi satu diantara titik strategis pertahanan militer Aceh dari ancaman serangan musuh dari arah Selat Malaka.

Untuk Anda yang sukai dengan panorama alam perbukitan serta laut terlepas, pasti ada di Benteng Inong Balee bakal kerasan berlama-lama. Mengapa tak, posisinya yang ada diatas bukit, bakal menghadirkan panorama dengan jangkauan luas, yang membentang dari ujung barat Teluk Krueng Raya sampai jauh ke pesisir Timur Aceh Besar yang tidak lain berhubung segera dengan Selata Malaka.

Panorama lanskap dengan air laut yang mengagumkan mungkin saja pilihan untuk Anda untuk berburu gambar indah nan eksotis. Ditambah lagi, bekas-bekas benteng pertahanan yang berbalut dengan akar-akar pohon jadi panorama sendiri waktu merenungi histori saat lampau. Liburan berbarengan keluarga, rekan atau mungkin karib kerabat yang sukai dengan pertualangan pasti dapat berkunjung di Benteng Inong Balee. Untuk Anda yang sukai memancing di tepi laut juga janganlah lupa ada spot menarik di seputar puing-puing benteng yang dapat Anda buat jadi tempat menguji kesabaran dengan kata lain memancing ikan-ikan laut.

Bagaimana tertarik dengan benteng Inong Balee ini? Tak saja berwisata histori, namun juga Anda bakal lihat banyak panorama yang wah, siapa tahu layak masuk dalam satu diantara daftar tujuan destinasi yang perlu Anda kunjungi bila berkunjung ke Aceh. Tempat ini tak demikian jauh dari pusat kota Banda Aceh seputar 30-40 menit bila mengenderai kendaraan roda dua atau mungkin mobil.

Related posts