Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

paket tour green canyon – Menikmati Minum Teh di Hamparan Kebun

Menikmati-Minum-Teh-di-Hamparan-Kebun

Menikmati hangatnya teh sembari melihat liukan punggung Gunung Lawu, ah…. Tersebut sensasi rasa serta mata waktu ”ngeteh” di Rumah Teh Ndoro Donker di lokasi Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

 

Hamparan hijau tanaman teh memuaskan mata beberapa tamu. Kesejukan hawa pegunungan melengkapi aroma teh yang penuhi hawa. Pengunjung umumnya datang dari kota-kota seputar, seperti Solo, Yogyakarta, serta Semarang. Pengunjung dapat menentukan duduk didalam rumah bergaya kolonial yang dindingnya berhias foto-foto hitam putih hasil reproduksi. Foto-foto itu bergambar situasi zaman kolonial, seperti sudut-sudut kota, situasi pasar, serta penjual makanan tempo dahulu di Kota Solo serta Jakarta.

Beberapa besar pengunjung terlihat lebih suka pada duduk di area terbuka yang ada di samping atau belakang bangunan lantaran segera menghadap kebun teh. Meja-meja bundar dengan payung di atasnya yang bersisian dengan kebun teh jadi favorite pengunjung. Suguhan utama Rumah Teh Ndoro Donker sudah pasti bermacam teh yang beberapa hasil olahan sendiri, seperti Donker Black Tea serta Green Tea. Tetapi, ada juga suguhan teh impor, seperti white tea atau teh putih serta teh bermacam rasa, seperti camomile, earl grey, lavender, osmanthus, teh aroma mint, lemon, serta jeruk. Pengunjung dapat menentukan teh di sajikan dengan poci atau per cangkir.

Pilihan kami waktu itu yaitu super premium white tea. Pucuk daun termuda yang menggulung terlihat berendam dengan tenang didalam saringan poci. Warna semburat coklat tak selekasnya tampak walau daun teh sudah tercelup demikian lama di air yang cukup panas. Rasa pahit serta sepet teh benar-benar samar dengan kesegaran yang tertinggal demikian kita usai menghirupnya. Teh putih yang dahulu cuma dikonsumsi keluarga kaisar di Tiongkok dipilihkan dari kuncup daun teh yang dilindungi dari cahaya matahari serta dipetik sebelum saat matahari terbit supaya klorofil tak terbentuk. Minimnya sistem oksidasi pada daun teh mengakibatkan tingginya kandungan zat katekin yang bermanfaat untuk antioksidan. Harga sepoci white tea Rp 45. 000. Bila tertarik membawanya pulang, ada dalam paket kaleng seberat 75 gram yang dapat kita tebus dengan harga Rp 850. 000 lantaran harga per kilogram meraih Rp 10 juta.

Disiapkan gula pasir serta potongan gula jawa untuk mengakomodasi rutinitas orang Indonesia minum teh dengan penambahan gula. Tetapi dengan cita rasa pilihan yang dijanjikan, kita dapat menguji rasa teh tiada pertolongan gula. Ketela serta ubi Untuk rekan minum teh, disiapkan beragam kudapan yang bahan bakunya datang dari pertanian lokal. Sebut saja ketela lumur madu yang terbuat dari ubi jalar goreng yang dilumuri madu serta taburan wijen. Terasa manis-manis gurih serta potongannya cocok untuk sekali suapan. Ada lagi ubi jalak towo, datang dari type ketela lokal yang di pastikan fresh lantaran bakal membiru bila pemrosesan kian lebih dua hari sesudah ketela dicabut.

Kudapan lain yaitu kentang ongloc donker, yaitu kentang kukus yang ditumis berbarengan bumbu lada hitam, bawang bombay, susu, serta garam, dan dihiasi taburan keju parut. Bunyi meletup yang terdengar seperti onglok waktu memasak kentang diadopsi jadi nama menu. Sajian yang lain, timus batang keju, yaitu ubi rebus tumbuk yang sisi tengahnya di beri potongan keju lalu digoreng.

Bila tetap mau mengajak lidah bertualang, dapat mencicipi pisang panggang, yaitu pisang panggang yang dilumuri cokelat cair serta taburan keju parut. Ada juga tahu serta tempe donker berbentuk tahu serta tempe goreng tepung. ”Semula kami cuma sediakan teh serta makanan ringan. Tetapi seiring berjalannya waktu, banyak keinginan untuk sediakan menu makanan yang mengenyangkan, ” kata Manajer Rumah Teh Ndoro Donker, Ratnawati Wibowo.

Jadil dulu rumah teh itu sediakan menu makanan berat, seperti iga bakar, ayam panggang, nasi goreng, sup iga, serta kare donker. Ratnawati membanggakan kare donker yang disebutnya menu khas rumah teh lantaran datang dari masakan lokal. Penampilannya mirip soto dengan rasa rempah yang lebih kuat. Taoge, keripik kentang, daun seledri, serta taburan bawang goreng tercampur dalam kuah santan kuning yang dibumbui bawang merah, putih, kemiri sangrai, kunyit bakar, salam, serta lengkuas. Ada sedikit rasa manis yang tersisa serta aroma khas yang datang dari penggunaan jinten.

Menikmati-Minum-Teh-di-Hamparan-Kebun
Rumah Teh Ndoro Donker tempati bangunan bergaya kolonial yang berdiri dari th. 1932. Dulunya bangunan itu adalah rumah dinas administratur perkebunan yang lama tak didiami. Tempat kebun teh punya Yayasan Rumpun Diponegoro yang dikelola oleh PT Sumber Kekal Tirta Sentosa. Hasil tehnya disuplai ke beberapa pabrik pemrosesan teh untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Nama Ndoro Donker di ambil dari seseorang Belanda yang dahulu mengenalkan teh di lokasi itu. Walau usaha perkebunan sudah dinasionalisasi sesudah saat kemerdekaan, menurut Ratnawati, Donker terus tinggal di lokasi itu sampai tutup umur. Tak heran bila di situ ada suatu desa bernama Dongkeran. Dari tempat yang berjarak satu jam perjalanan dari Kota Solo ini, kita tetap dapat meneruskan perjalanan untuk melihat hamparan kebun teh yang lebih luas. Rumah Teh Ndoro Donker di ketinggian 1. 000 mtr. diatas permukaan laut barulah awal dari hamparan karpet hijau kebun teh di lokasi Kemuning.

Related posts