Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Paket Wisata Murah Pulau Tidung – Ini Patung Pembersih Dosa Pemburu Kepala Manusia di Nias

Paket Wisata Murah Pulau Tidung – Ada suatu hal yang unik di Museum Pusaka Nias, di Gunungsitoli. Museum ini menaruh patung Siraha Horo yang pada zaman dahulu dipercaya untuk pembersih dosa dari beberapa pemburu kepala manusia. Begini kisahnya…

Ini Patung Pembersih Dosa Pemburu Kepala Manusia di Nias

Museum Pusaka Nias ada di Jl Yos Sudarso No 134 A, Gunungsitoli. Museum ini mempunyai 6. 000 koleksi dimulai dari batu-batu megalitikum, pakaian kebiasaan, perkakas rumah tangga hingga senjata tradisional asli Nias. Dapat disebut, semuanya perihal budaya serta histori Pulau Nias ada komplit disana.

Satu diantara koleksi yang dapat buat Anda mengerenyitkan dahi yaitu patung Siraha Horo. Tempatnya ada di samping kanan dari pintu masuk museumnya, Patung Siraha Horo memiliki bentuk kecil, tak hingga satu mtr. tingginya. Kekhasan patung ini mempunyai dua tanduk yang panjang serta ada ukiran alat kelamin pria di bagian bawahnya.

Menurut info yang terpampang di Museum Pusaka Nias, Patung Siraha Horo nyatanya dipakai untuk pembersih dosa. Bukan hanya untuk orang asal-asalan, namun pembersih dosa untuk beberapa pemburu kepala manusia di Nias! Beberapa pemburu kepala manusia mesti bersihkan diri dengan berdoa pada patungnya sesudah lakukan perburuan. Hal semacam itu dikerjakan supaya anggota keluarganya tak ada yang terkena petaka.

Pembersihan diri juga dikerjakan dengan patung Siraha Horo sebelum saat lakukan perburuan. Beberapa pemburu kepala manusia diharuskan meminta perlindungan, keselamatan, serta kesuksesan. Dua tanduk di patungnya yaitu lambang jalinan dengan dewa yang ada di langit.

Mengutip website Museum Indonesia, ada langkah spesial untuk berdoa dengan patung Siraha Horo ini. Beberapa pemburu kepala manusia berdoa sembari menggosokkan ke punggung serta tubuh. Patung itu diketemukan di Nias Selatan di lokasi seputar Teluk Dalam. Namun sayang, di papan info di Museum Pusaka Nias tak diterangkan dengan cara rinci tempat penemuannya.

Saya juga coba melakukan pencarian perihal beberapa pemburu kepala manusia di Nias. Dari beragam website serta info, dipercaya praktik kanibal sempat ada di Desa Gomo yang ada di seputar Teluk Pada dalam zaman dahulu kala. Mungkinkah, patung Siraha Horo datang dari sana?

Waktu itu juga, saya tidak bisa bersua dengan pemandu museum hingga info yang didapat kurang komplit. Saya juga tidak ingin menelan mentah-mentah info yang didapat dari internet. Satu pertanyaan besar membekas dipikiran saya sampai sekarang ini, siapa beberapa pemburu kepala manusia di Nias itu? Lantas, untuk apa sesungguhnya mereka berburu kepala manusia? Anda dapat membuktikannya sendiri dengan datang ke Museum Pusaka Nias untuk lihat patungnya.

Related posts