Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Penginapan di Pulau Pari Kepulauan Seribu – Ini Bukti Pulau Nusakambangan Tak Menyeramkan

Penginapan di Pulau Pari Kepulauan Seribu – Mendengar nama Nusakambangan, tidak pelak yang terlintas yaitu seramnya lapas penjara beserta penghuninya. Tetapi bila datang kesana, Anda bakal temukan pantai cantik serta benteng tua bersejarah. Ini bukti keindahannya! Pernah sangsi untuk berkunjung ke pulau yang konon seram ini, pada akhirnya saya membulatkan tekad untuk lakukan trip singkat ke Pulau Nusakambangan lewat Cilacap.

Ini Bukti Pulau Nusakambangan Tak Menyeramkan

Mengawali perjalanan dari Kota Gombong, saya serta seseorang rekan naik bus ukuran 3/4 dengan Jurusan Gombong-Buntu, lalu meneruskan dengan bus memiliki ukuran tengah jurusan Purwakarta-Maos-Cilacap. Kami berhenti di Terminal Cilacap, lalu memakai angkutan umum berwarna kuning. Awalannya kami pernah kebingungan lantaran banyak supir angkot serta tukang ojek yang mengerumuni tawarkan jasanya.

Saya juga mengambil gagasan untuk ajukan pertanyaan pada petugas dishub yang tengah duduk enjoy disana, serta diarahkan untuk naik angkot berwarna kuning. Alhamdulillah kami tak tersesat. Kami mengambil keputusan untuk turun di gerbang Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Jalan seputar 1 km, pada akhirnya kami temukan lokasi Benteng Pendem yang cukup ramai. Disana telah banyak nelayan yang tawarkan perahunya untuk disewa. Perahu itu nanti dapat dipakai untuk menyeberang menuju Pulau Nusakambangan.

Sesudah lewat negosiasi, kami juga pada akhirnya setuju untuk naik perahu cepat punya nelayan dengan harga Rp 50. 000/orang. Cukup mahal sebenarnya, tetapi waktu itu kami cuma berdua saja. Hingga cukup memuaskan untuk mengambil gambar ataupun video di dalam laut. Kami juga diantar mengelilingi 1/2 dari Pulau Nusakambangan. Berhubung saat yang makin siang, kami pilih untuk selekasnya menuju ke pintu masuk pulau.

Selama perjalanan menyeberang pulau, kami disajikan panorama yang cukup indah. Pulau Nusakambangan yang luas serta rindang seakan menaruh banyak misteri. Tidak cuma itu, di selama lautan berderet kapal tangki yang besar serta gagah punya Pertamina. Sayang sekali, panorama ini dirusak oleh banyak sampah yang mengapung di laut.

Tiba di Pulau Nusakambangan, kita bakal disambut dengan pasir putih serta sebagian penjual makanan. Ada juga penjual batuan khas Nusakambangan. Tidak lupa kami membayar cost masuk pulau sebesar Rp 5.000. Disana ada suatu kendaraan roda empat (mereka menyebutnya odong-odong), yang siap mengantar Anda mengelilingi Pulau Nusakambangan yang masih tetap rindang. Kami juga tidak melupakan peluang untuk menaiki odong-odong itu. Lumayan menghemat daya.

Kami berkunjung ke pantai pasir putih pertama yang kami temui di sana. Unik sekali, lantaran rindangnya pohon-pohon nyatanya berbatasan segera dengan pasir putih yang menjemput air laut bening serta sangatlah biru. Pasirnya sangatlah halus, serta pemandangannya sangatlah indah. Keindahan pulau ini juga dilengkapi dengan situasi yang sepi, tenteram serta bersihnya pantai pasir putih ini. Semua kelelahan sesudah meniti perjalanan nyaris 5 jam dari Gombong juga saat itu juga hilang.

Saya terasa sangatlah mujur lantaran lahir di Indonesia serta memiliki kesempatan lihat karya Tuhan yang sangatlah mengagumkan ini. Senang dengan pantai pertama, kami juga meneruskan pendakian serta temukan suatu benteng yang cukup angker. Tidak jauh dari benteng, ada jalan alami penurunan yang mengantarkan kita ke pantai pasir putih yang tambah lebih luas. Kesempatan ini kami temukan sebagian saung yang menjual bermacam makanan ringan.

Jujur saja, saya betul-betul mengagumi akan dengan kekhasan Pulau Nusakambangan ini. Di balik seramnya lokasi Lapas di ujung pulau, nyatanya ada pantai dengan hamparan pasir putih halus serta lautan biru yang sangatlah kontras. Saya berjanji bila ada peluang, bakal sesegera mungkin saja kembali ke pulau ini.

Related posts