Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Peta Pulau Pramuka – 5 Fakta Suku Dani di Papua

Peta Pulau Pramuka – Suku Dani yang menempati lokasi Wamena di Papua populer dengan adanya banyak kekhasan. Dari baju yang berbentuk koteka hingga kebiasaan potong jari, inilah 6 hal unik dari Suku Dani yang wisatawan butuh tahu. Terdapat beberapa suku yang ada di Papua, seperti Suku Korowai, Asmat, Kamaro sampai Dani. Satu diantara yang menarik serta mempunyai ciri khas yaitu Suku Dani. Asiknya, wisatawan dapat bersua segera serta tinggal untuk sekian hari bersamanya. Disusun dari beragam sumber, Kamis (4/9/2014) tersebut 6 hal unik dari Suku Dani :

5 Fakta Suku Dani di Papua

1. Koteka
Mendengar nama Papua, satu diantara yang kerap terlintas dipikiran Anda pasti yaitu koteka. Walaupun suvenir koteka di jual dimana-mana di Papua, tahukah Anda koteka adalah baju adat yang banyak dikenakan pria Suku Dani di Wamena. Koteka terbuat dari buah labu yang memiliki bentuk lonjong. Isinya dibuang serta lantas dipanaskan diatas api. Sesudah mengeras, buah labu itu diikat dengan tali kecil yang dihubungkan ke sisi punggung pria. Koteka cuma menutupi alat kelamin pria saja. Kenapa beberapa pria Suku Dani menggenakan koteka? Hal semacam itu tidak terlepas dari lokasi yang mereka menempati. Wamena yaitu lokasi perbukitan yang beberapa besar masih tetap tertutup rimba rimba. Dengan menggenakan koteka, beberapa pria Suku Dani leluasa bergerak didalam rimba untuk berburu atau menuai tumbuhan. Beberapa pria yang menggunakan koteka di Suku Dani cuma tinggal beberapa orang tua saja. Anak-anak muda disana telah menggenakan pakaian, walau masih tetap menggunakan koteka untuk festival atau acara-acara adat

.2. Tari perang
Ada tiga hal yang mengakibatkan Suku Dani berperang, yaitu ladang, babi serta wanita. Senjatanya bermacam, dari mulai tombak, panah sampai kampak. Janganlah heran, setiap suku didunia memanglah kerap berperang. Walau demikian tenang saja, simulasi peperangan ala Suku Dani dikemas jadi satu tarian kebiasaan bernama tari perang. Wisatawan yang melihat tari perang Suku Dani pasti jadi pengalaman tidak ada dua. Kapan lagi lihat mereka menentang senjata serta berlarian seperti seperti perang sungguhan. Suasananya menengangkan!

3. Honai
Terkecuali baju adat, rumah kebiasaan Suku Dani juga menarik untuk didatangi. Rumah adatnya bernama honai yang terbuat dari bambu serta jerami yang memiliki bentuk seperti jamur. Rumah honai terbagi dalam dua lantai, lantai bawah juga sebagai kandang babi serta atasnya untuk tempat tidur. Satu rumah honai dapat dihuni sampai 5 orang atau lebih. Tempat tinggalnya yang sungguh unik jadi ciri khas dari Suku Dani.

4. Bakar batu
Bakar batu yaitu satu perayaan atau pesta yang umum dikerjakan Suku Dani waktu menyongsong kelahiran, pernikahan, sinyal bersukur, upacara kematian, sampai pesta sesudah perang selesai. Pertama, beberapa Mama (sebutan untuk wanita tua di papua) mempersiapkan ubi-ubi, jerami serta daun-daun, dan kayu serta batu. Lantas, seseorang pria Suku Dani bikin api dengan menggesekan ke-2 kayu sampai menimbulkan api serta lantas dipakai untuk membakar batu. Saat batu telah di rasa panas, lalu dimasukanlah ubi-ubi ke lubang yang telah di isi rumput serta disusun penuhi lubang. Lantas, ubi dimasukkan serta disusun supaya dapat masak dengan rata dengan sisi atas ubi ditutup kembali memakai rumput serta batu-batu panas. Rasa ubi yang dibakar sangat. Terlebih makannya pada saat panas, asapnya yang mengepul akan tersium aroma yang wangi. Kesehatannya juga ditanggung lantaran tak ada pengawet sekalipun. Pesta kebiasaan yang sehat!

5. Potong jari
Janganlah memikirkan negatif dahulu perihal kebiasaan potong jari Suku Dani. Kebiasaan ini adalah bentuk bela sungkawa dari anggota keluarga yang wafat. Kebiasaan potong jari cuma dikerjakan beberapa wanita Suku Dani yang telah beristri. Saat ada anggota keluarganya yang wafat, jadi jari mereka bakal dipotong dengan kampak batu. Saat telah tak sangat mungkin lagi untuk dipotong jarinya, jadi yang dipotong yaitu daun telinga atau dimaksud Ikipalek. Walau demikian, beberapa wanita yang jarinya telah terpotong terus hidup seperti umum. Mereka mengatur anak, ladang serta memasak. Ini yaitu bentuk bela sungkawa yang terdalam. Untuk mereka, rasa sakit dari jari yang dipotong tidak seberapa dengan rasa sakit yang ditinggalkan keluarga terkasih.

Related posts