Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Pulau Harapan Kaskus – Banyuwangi Buat Segmentasi Pasar Wisata Supaya Lebih Konsentrasi

Pulau Harapan Kaskus – Pemasaran bidang wisata di Kabupaten Banyuwangi selalu dipacu. Daerah berjuluk ” The Sunrise of Java ” itu lakukan segmentasi pasar supaya bermacam kiat pemasaran wisatanya dapat efisien. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, segmentasi pasar bidang wisata di daerahnya di bangun berdasar pada ciri-ciri demografi serta psikografi calon wisatawan.
Banyuwangi Buat Segmentasi Pasar Wisata Supaya Lebih KonsentrasiKenapa butuh segmentasi pasar? Supaya bidikan ke pasar yang mungkin dapat terukur. Ibaratnya, tidak memberondokan peluru asal-asalan ke beragam arah,” kata Anas, Minggu (14/9/2014). Dia menuturkan, segmentasi pasar berdasar pada demografi mengacu pada umur serta jenis kelamin wisawatan. Psikografi mengacu lebih pada pola hidup, nilai-nilai yang dipercayai, serta kepribadian wisatawan.

Berdasar pada segmentasi itu, ada tiga segmen customer yang dibidik, yakni golongan wanita, anak muda, serta pemakai internet (netizen). Ketiga segmen pasar itu, menurut Anas, sama-sama beririsan. Tetapi, ketiganya terus membutuhkan pendekatan kiat yang khusus. “Tiga klasifikasi customer itu mempunyai pasar yang sangatlah besar. Jumlah wanita di Indonesia nyaris 120 jiwa. Jumlah anak muda yang usianya 16-30 th. meraih 62 juta jiwa. Adapun netizen di Indonesia meraih 82 juta jiwa. Big market, big potential,” tutur Anas.

Bupati muda itu menuturkan, untuk segmen wanita, Banyuwangi memiliki moment wisata Festival Batik. “Golongan wanita ini utama, lantaran sangatlah memegang dampak ketentuan keluarga dalam berwisata. Ibu jadi driver di keluarga untuk keperluan wisata. Bila telah dapat menggaet golongan ibu ini, satu keluarga dapat turut seluruhnya. Kami tinggal mempersiapkan moment pendamping untuk anggota keluarga yang lain, ada wisata pantai atau ke pegunungan. Serta itu yang kami inginkan lantaran family tourism efeknya besar. Berbelanja family tourism lima kali semakin besar dari pada wisatawan individu,” tutur Anas.

Untuk segmen anak muda, Banyuwangi melakukan sebagian moment wisata, seperti selancar, selancar layar, selancar angin, ataupun balap sepeda. Banyuwangi juga mempunyai wisata memiliki konsep adventure yang pas untuk jiwa muda, yakni ke Teluk Hijau, Pantai Sukamade serta Taman Nasional Alas Purwo. “Yang memiliki konsep non-alam, kami mempunyai festival jazz pantai sampai Banyuwangi Art Week untuk anak muda, ” lebih Anas.

Adapun golongan pemakai internet dengan kata lain netizen, jadikan medium untuk mempromosikan wisata. Banyuwangi pasarkan wisata melalui aplikasi Android yang dinamai Banyuwangi Tourism di telephone pandai. Diluar itu, fasilitas media sosial seperti Twitter, Youtube, Path, Insyagram kami maksimalkan.

Saat ini referensi serta foto-foto selfie yang di-upload didunia maya sangatlah merubah ketentuan orang dalam berwisata, ” tutur Anas. Untuk pasar beberapa netizen, dengan cara berkala Banyuwangi juga mengadakan lomba photo serta tulisan untuk blogger. “Kami sudah menempatkan seputar 1. 300 titik wifi di semua Banyuwangi, di beberapa tempat wisata, taman, serta sarana umum lain,” katanya.

Anas menyampaikan, karena promosi serta segmentasi yang dikerjakan berkepanjangan, kunjungan wisatawan selalu naik. Pada 2013, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke beberapa tempat wisata di Banyuwangi meraih 1, 057 juta, bertambah 22% di banding 2012 sebesar 860. 831 orang.

Untuk wisatawan asing, kunjungannya pada 2013 sebesar 10. 462 orang, naik 90,14% di banding 2012 sebesar 5.502 orang. Berdasar pada survey berdiri sendiri, berbelanja wisatawan asing di Banyuwangi sebesar Rp 2 juta /hari per orang, hingga dari wisatawan asing ada devisa yang masuk seputar Rp 52 miliar. “Berbelanja itu belum termasuk juga yang dikeluarkan wisatawan domestik yang karakteristik belanjanya semakin besar di banding wisatawan asing, lantaran wisatawan domestik beli oleh-olehnya pasti semakin besar, ” pungkas Anas.

Related posts