Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Pulau Pari Wikipedia – Indahnya Sunset di Pelabuhan Kuno Gresik

Pulau Pari Wikipedia – Untuk kampung halaman, Gresik bukan sekedar mempunyai peninggalan Wali Songo, tetapi juga kota pelabuhan yang sibuk. Datanglah ke pelabuhan tuanya untuk nikmati aktivitas bongkar muat serta sunset yang menawan. Matahari nyaris terbenam, saya bergegas meninggalkan Leran menuju Pelabuhan Gresik. Jarak Dusun Pasucinan, Leran dengan Pelabuhan Gresik di lokasi Jalan Yos Sudarso kurang lebih 7 km.. Saya tidak ingin ketinggalan peristiwa utama di pelabuhan pada sore itu yaitu melihat aktivitas bongkar muat barang mendekati matahari tenggelam.

Indahnya Sunset di Pelabuhan Kuno Gresik

Melihat kapal-kapal moderen serta tradisional bertumpu di pelabuhan waktu cuaca tengah bersahabat di sore hari pasti jadi panorama menarik serta pengalaman bernilai yang tidak terlupakan untuk Anda. Dahulu, kota yang populer dengan industri semennya ini mempunyai pelabuhan laut yang sangatlah tangguh serta berkembang dengan cepat. Konon beritanya di Jawa Timur, Kota Gresik-lah yang mempunyai pelabuhan laut paling ramai. Disusul Surabaya serta kota-kota yang lain.

Beberapa saudagar dari negeri asing apabila akan berniaga mesti lewat pelabuhan Gresik lebih dahulu. Saat ini, histori sudah beralih, pamor pelabuhan paling besar serta teramai di Jawa Timur malah berpindah ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pelabuhan Gresik telah ada mulai sejak th. 1389. Saat itu Syahbandar Gresik dipegang oleh Nyai Ageng Pinatih, seseorang wanita kaya raya yang tidak lain juga jadi ibu angkat Sunan Giri atau mungkin Raden Paku. Lantaran kehebatan serta kecakapannya hingga pemerintah Majapahit waktu itu mengukuhkan beliau untuk Syahbandar di Kota Gresik.

Sampai saat ini nama harum Nyai Ageng Pinatih terus dikenang orang-orang Gresik. Namanya juga terukir indah di prasasti waktu kita masuk pelabuhan ini. Perjuangan Nyai Ageng Pinatih jadi spirit deretan pelabuhan-pelabuhan di Kota Gresik. Pelabuhan Gresik ini juga sebagai pintu masuk untuk penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Sesudah melihat prasasti Nyai Ageng Pinatih komplit dengan jangkarnya yang ada pada Pelabuhan Gresik, saya coba menyusuri pelabuhan ini lebih dalam lagi. Sore itu pelabuhan terlihat cukup ramai. Barangkali lantaran cuaca tengah cerah hingga pinggiran pelabuhan ini jadi tempat yang asik untuk melihat pemandangan seputar pelabuhan.

Sebagian orang tua mengajak anaknya melihat-lihat lalu-lintas kapal serta kesibukan bongkar muat barang di pelabuhan. Seseorang dari mereka coba melarang anaknya yang akan bermain terlampau mendekati pinggir dermaga kapal. Sang orangtua pasti cemas kalau-kalau anaknya tadi tercebur ke laut. Wah dapat celaka ini. Maka dari itu orangtua tadi berteriak keras supaya sang anak janganlah terlampau dekat dengan bibir dermaga.

Dari tepian dermaga Gresik ini juga Anda dapat lihat Pulau Madura dari terlalu jauh. Sesaat Pulau Bawean tidak terlihat lantaran jaraknya yang cukup jauh. Saya pernah ajukan pertanyaan masalah tarif pada salah seseorang kru Kapal Express Bahari yang melayani penyeberangan Gresik-Bawean. Menurut dia biaya kapal dari Gresik ke Pulau Bawean beragam. Kelas ekonomi seharga Rp 105.000, sesaat yang VIP dikenakan Rp 165.000 untuk seseorangnya.

Dahulu orang menyeberang ke Bawean perlu saat 6-7 jam namun saat ini dengan kapal cepat ini Bawean cuma ditempuh dalam 3 jam saja. Belum senang dengan info penyeberangan, penyusuran saya teruskan ke arah timur pelabuhan. Saya lihat banyak kapal-kapal monitor beraktivitas bongkar muat disana.

Sesaat tidak jauh dari kapal-kapal monitor itu ada kapal tongkang yang tengah beraktivitas bongkar kayu gelondongan (log) untuk lalu diangkut ke logging truck yang setelah itu dibawa ke pabrik kayu di Gresik. Di pojok timur pelabuhan ini saya melihat peristiwa yang mulai sejak tadi saya nantikan yakni tenggelamnya Sang Surya. Dari pojok timur ini pemandangan pelabuhan terlihat menakjubkan.

Kapal-kapal yang bertumpu dengan diterangi cahaya matahari yang mulai tenggelam pasti jadi panorama yang menarik. Peristiwa ini tidak bisa ditinggalkan demikian saja. Jeprat-jepret kamerapun saya kerjakan. Beberapa pekerja bongkar muat juga mulai hentikan aktivitasnya lantaran hari mendekati petang.

Mengajak dan putra-putri kita berkunjung ke pelabuhan tak hanya punya maksud mengasyikkan hati mereka juga mempunyai tujuan memperkenalkan serta menanamkan jiwa cinta bahari. Kian lebih itu, Pelabuhan Gresik adalah misal hasil perjuangan Nyai Ageng Pinatih yang sampai saat ini semangatnya tetap masih kita kenang.

Related posts