Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Pulau Pramuka Penginapan – Cerita Mulia di Balik Relief Candi Kidal di Malang

Pulau Pramuka Penginapan – Malang bukan sekedar di kenal juga sebagai kota bersuhu dingin saja, namun juga kota dengan beragam peninggalan candi saat lampau. Ada Candi Kidal, yang relief di dindingnya menaruh cerita luhur sendiri. Mari simak kisahnya! Dari info yang dipasang pada papan pengumuman di komplek candi, saya peroleh info bahwa bangunan Candi Kidal terbuat dari batu andesit dengan panjang 10, 8 mtr., lebar 8, 36 mtr. serta tinggi 12, 26 mtr.

wisata budaya malang - candi kidal - by David Armstrong

Sistem pemugaran yang dikerjakan mulai 1986 hingga 1990 diprediksikan bila candi ini mempunyai tinggi asli 17 mtr. Pernah dilaporkan ada suatu Arca Siwa yang saat ini tersimpan di Amsterdam itu disangka datang dari Candi Kidal ini. Candi Kidal adalah tempat pendarmaan (pusara) Raja Anusapati, raja ke-2 Kerajaan Singosari sesudah pemerintahan Ken Arok. Candi ini disangka kuat di bangun waktu upacara Cradha, yaitu upacara peringatan sesudah 12 th. meninggal dunianya Raja Anusapati pada th. 1248 Masehi. Dengan demikian diprediksikan Candi Kidal berdiri pada th. 1260 Masehi.

Sistem pemugaran candi yang masih tetap tampak utuh serta menarik ini dikerjakan waktu Mendikbud dijabat oleh Fuad Hassan. Saat masuk tempat wisata histori yang ada di Desa Rejokidal ini, traveler tidak dipungut duit sepeserpun. Anda dapat nikmati taman bunga di seputar candi yang juga tertangani dengan baik. Itu seluruhnya menaikkan pesona warisan histori saat silam ini.

Sesaat pohon-pohon besar di kanan-kiri areal situs jadi peneduh serta menaikkan kenyamanan pengunjung situs. Jalan menuju bangunan candi telah terbuat dari plesteran hingga di waktu musim hujan tak mengganggu kenyamanan pengunjung. Apabila kita melangkahkan kaki menaiki trap tangga menuju ruangan candi (bilik), tampak arca berbentuk mahluk mirip kepala naga dengan taringnya yang dahsyat di kanan-kiri trap tangga itu.

Dengan cara umum bangunan Candi Kidal masih tetap dapat kita nikmati keutuhannya. Rusaknya berlangsung di beberapa kecil reliefnya saja. Itupun tidak kurangi eksotika candi ini. Saya pernah mengabadikan sebagian relief unik di candi ini. Konon relief-relief itu mempunyai cerita moral yang mulia. Umpamanya pada relief pertama, diceritakan bahwa Kadru serta Winata yaitu 2 bersaudara istri resi Kasiapa. Kadru memiliki anak angkat 3 ekor ular serta Winata mempunyai anak angkat Garuda. Kadru yang pemalas terasa jemu serta capek mesti mengaturi 3 anak angkatnya yang nakal-nakal lantaran kerap menghilang diantara semak-semak.

Timbullah kemauan jahat Kadru untuk menyerahkan pekerjaan ini pada Winata. Diajaklah Winata bertaruh pada ekor kuda putih Uraiswara yang kerap melalui rumah mereka serta yang kalah mesti menurut semua perintah pemenang. Dengan tipu daya, pada akhirnya Kadru sukses jadi pemenang. Mulai sejak waktu itu Winata diperintahkan melayani semua kepentingan Kadru dan mengasuh ketiga ular anaknya sehari-hari. Winata setelah itu meminta pertolongan Garuda untuk menolong tugas-tugas itu.

Pada relief ke-2 kisahnya juga tidak kalah uniknya. Saat Garuda tumbuh besar, dia ajukan pertanyaan pada ibunya kenapa dia serta ibunya mesti melindungi 3 saudara angkatnya sedang bibinya tak. Sesudah dikisahkan perihal pertaruhan kuda Uraiswara, jadi Garuda tahu. Satu hari di tanyakanlah pada 3 ekor ular itu bagaimanakah langkahnya agar ibunya bisa terlepas dari perbudakan ini. Dijawab oleh ular "Bawakanlah saya air suci amerta yang disimpan di kahyangan dan dijaga beberapa dewa, serta datang dari lautan susu". Garuda menyanggupi serta selekasnya mohon izin ibunya untuk pergi ke kahyangan. Sudah pasti beberapa dewa tak menyepakati hasrat Garuda hingga terjadi perkelahian. Tetapi karena kesaktian Garuda beberapa dewa bisa dikalahkan. Lihat kekacauan ini Bathara Wisnu turun tangan serta Garuda pada akhirnya bisa dikalahkan.

Sesudah mendengar narasi Garuda perihal maksudnya memperoleh amerta, jadi Wisnu memperbolehkan Garuda meminjam amerta untuk membebaskan ibunya serta dengan prasyarat Garuda juga mesti ingin jadi tungganggannya. Garuda menyepakatinya. Mulai sejak waktu itu juga Garuda jadi tunggangan Bathara Wisnu seperti terlihat pada patung-patung Wisnu yang biasanya duduk diatas Garuda. Garuda turun kembali ke bumi dengan amerta.

Dengan bekal air suci amerta inilah pada akhirnya Garuda bisa membebaskan ibunya dari perbudakan atas Kadru. Hal semacam ini digambarkan pada relief ketiga dimana Garuda dengan gagah perkasa menggendong ibunya serta bebas dari perbudakan. Dalam histori disebutkan bahwa Raja Anusapati (raja ke-2 Singosari) adalah anak dari hasil perkawinan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Paras cantik Ken Dedes yang kesohor hingga ke semua pelosok negeri tidak urung mengundang hasrat Ken Arok (raja pertama Singosari) untuk memaksa kawin dengan putri Mpu Purwa ini.

Belum senang dengan Ken Dedes yang dipercaya akan turunkan raja-raja besar di Jawa (dijuluki ardanareswari) jadi Ken Arok pada akhirnya mempersunting Ken Umang. Dalam narasi papar diceritakan bila Ken Arok sebagai bapak tiri Anusapati itu lebih cinta Ken Umang daripada Ken Dedes. Anusapati sangatlah menyukai Ken Dedes, ibu kandungnya.

Beberapa pakar menafsirkan bila narasi garuda (relief garudeya) di dinding Candi Kidal adalah bentuk darma bakti Anusapati pada ibundanya (Ken Dedes) yang sudah disia-siakan oleh Ken Arok. Menarik bukanlah kisahnya? Anda penyuka wisata histori mesti menyempatkan saat bertandang kesini!

Related posts