Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Sejarah Pulau Harapan – Jejak Histori Jenderal Mac Arthur di Ifar Gunung Sentani

Sejarah Pulau Harapan – Apabila bertandang ke Sentani, Papua, janganlah cuma bertandang ke danaunya saja. Datanglah ke Tugu Mac Arthur di puncak Ifar Gunung, untuk lihat jejak peninggalan histori Perang Dunia II. Anda dapat lihat sekalian belajar histori di sini.
Jejak Histori Jenderal Mac Arthur di Ifar Gunung, SentaniTugu Mac Arthur adalah tugu bersejarah yang terdapat di puncak Ifar Gunung. Tugu yang berdiri mulai sejak Perang Dunia II ini didirikan oleh pasukan sekutu Amerika yang ketika itu di pimpin oleh Jendral Mac Arthur. Untuk dapat masuk ke Tugu Mac Arthur, traveler mesti lewat daerah pos penjagaan Rindam XVIII/Trikora. Bila tengah ada latihan menembak, Anda tak diperbolehkan masuk berkunjung ke tugu Mac Arthur ini.

Maksud didirikannya tugu Mac Arthur yaitu juga sebagai pembuktian bahwa tentara sekutu sudah mendarat di New Guinea, kuasai Holandia. Sampai sekarang ini, Tugu Mac Arthur masih tetap terbangun kelestariannya.

Perjalanan menuju tugu Mac Arthur memerlukan saat seputar 45 menit dari pusat kota Jayapura. Perjalanan yang kita lewati sangat menarik, karena berkelok-kelok serta melingkari laut. Bila Danau Sentani telah tampak, tandanya kita telah ada dekat dengan tugu Mac Arthur yang ada pas di perbukitan diatas Danau Sentani.

Mengelilingi Danau Sentani tentu juga jadi perjalanan yang sangatlah mengasyikkan. Kita bakal lihat panorama yang indah serta menawan selama perjalanan. Perjalanan yang kita lewati cukup mulus, cuma saja jalan yang dilewati tak demikian lebar, hingga kita mesti waspada bila ada kendaraan dari arah demikian sebaliknya yang juga memakai ruas jalan yang sempit ini. Kerumitan jalan yang berkelok-kelok dengan panorama indah bakal bikin kita nikmati perjalanan dengan kecepatan rendah.

Sepintas, monumen Mac Arthur yang di bangun di sini terlihat umum saja. Tetapi, monumen ini memiliki nilai histori yang utama. Monumen ini adalah lambang peringatan bahwa Jayapura (dahulu Hollandia) pernah dikuasai oleh Amerika Serikat dibawah pimpinan Jendral Douglas Mac Arthur serta beberapa sekutunya pada perang dunia ke-2.

Waktu Perang Dunia II, Jayapura jadi markas pertahanan Amerika Serikat serta sekutunya untuk menetralkan pertahanan Jepang di Rabaul, Papua Nugini. Jendral Mac Arthur yaitu seseorang sosok yang pada akhirnya kembali berjaya sesudah dipecundangi oleh Jepang pada th. 1941 di Pearl Harbour.

Dia juga mundur dari Filipina, tetapi atas kekalahannya, beliau mengikrarkan janji yang populer sampai saat ini ‘I Shall Return’ yang dalam bhs Indonesia bermakna ‘Aku Bakal Kembali’. Ucapannya tidak sebatas janji hambar. Dia betul-betul kembali dengan kiat perangnya yang kembali membuatnya berjaya dengan nama kiat perang ‘lompat katak’. Di sinilah, traveler dapat tahu seluk beluk histori itu.

Related posts