Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

taman impian jaya ancol harga tiket – Lupakan Luar Angkasa, Ini Alasan Anda Mesti Menjelajahi Bumi

Lupakan-Luar-Angkasa,-Ini-Alasan-Anda-Mesti-Menjelajahi-Bumi

taman impian jaya ancol harga tiket – "Untuk menemukan kehidupan yang terputus 25 juta tahun di bawah es Antartika, itu jauh lebih menarik daripada mencari kehidupan di Planet Mars," kata penjelajah asal Inggris, Robin Hanbury Tenison

Lupakan-Luar-Angkasa,-Ini-Alasan-Anda-Mesti-Menjelajahi-Bumi

Dunia pariwisata saat ini telah mutakhir. Sebagian perusahaan di dunia juga berlomba-lomba membuat paket tur ke luar angkasa. Turis dapat merasakan pengalaman naik pesawat ulang alik seperti astronot, sampai lihat bumi yang berupa oval dari atas atmosfer. Apa yang tidak pernah Anda pikirkan, terasa seluruhnya telah mulai nyata di depan mata. 

Tetapi, hal sejenis itu malah dicibir oleh penjelajah asal Inggris, Robin Hanbury Tenison. Pria ini tidaklah orang sembarangan. Ditulis dari CNN Travel, Senin (7/4/2014) Hanbury Tenison sempat memimpin 30 ekspedisi ke beragam belahan dunia sepanjang 60 tahun

Hanbury Tenison berbagi kisahnya perihal ekspedisi mengelilingi bumi. Dia telah menjelajahi lautan es di Antartika, hidup di padang gurun di Nigeria sampai mengetahui kebudayaan Toraja di Sulawesi Selatan. Satu yang dia tekankan, ada banyak kehidupan di bumi yang orang belum tahu. 

Hanbury Tenison lalu mengajak traveler untuk semakin banyak menggunakan waktu untuk berekspedisi, baik itu masuk rimba, telusur gua atau menyelami lautan. Dia memberi contoh, gua-gua di dunia yang telah terekspose baru 10% saja dari keseluruhan semua gua di dunia. Berarti, ada banyak gua yang belum sempat dimasuki manusia! 

"Saya benar-benar tertarik dengan planet (bumi-red) ini serta apa yang kita belum sempat tahu di dalamnya," katanya. 

Hutan hujan, gua serta terumbu karang, tersebut masukan dari Hanbury Tenison masalah tempat-tempat ekspedisi yang menarik. Di hutan hujan ada suku-suku dengan kebudayaan serta kebiasaan yang menarik, gua dengan bermacam ornamen serta wujud batu yang unik di dalamnya, dan terumbu karang di bawah laut yang memiliki bentuk barangkali tidak sempat Anda tengok pada mulanya. 

Hanbury Tenison mengungkap, memanglah tidak mudah jadi seseorang penjelajah. Tetapi, hal itu bukan hanya bermakna Anda tidak bisa menjelajahi bermacam tempat di bumi. Ilmu dan pengetahuan jadi kuncinya. 

"Lalu asal Anda memperlakukan orang dengan hormat, mengintegrasikan serta hidup lebih dekat dengan cara masyarakat setempat tiada membawa dampak banyak dari dunia luar," papar Hanbury Tenison berikan panduan tinggal bersama suku-suku atau orang-orang asli di satu tempat. 

Hanbury Tenison lalu memberikan 9 destinasi yang menarik untuk dijelajahi di muka bumi, yaitu lokasi Amerika Tengah, rimba Amazon, rimba hujan di Kongo, sisi utara Myanmar, Mulu di Malaysia, Great Barrier Reef di Australia, Lautan Mariana di Samudera Pasifik, semenanjung Kamchatka di Russia, serta paling akhir Danau Vostok di Antartika

Hanbury Tenison menempatkan Danau Vostok untuk destinasi yang paling susah untuk dikunjungi. Untuk Anda yang belum tahu, Danau Vostok di Antartika terkubur sedalam 3,2 km di bawah susunan es. Danau ini diakui ilmuwan untuk tempat ikan serta makhluk hidup organisme kecil berusia jutaan tahun lalu! 

Tidak hanya Danau Vostok, Laut Meriana juga jadi tempat yang paling susah untuk dijelajahi. Tidak heran, laut ini populer dengan Palung Meriana untuk palung paling dalam di bumi. Palungnya ada di Samudera Pasifik di antara Filipina serta Jepang. Kedalaman palungnya meraih 10.911 km

Hanbury Tenison berikan bocoran untuk jadi penjelajah. Anda mungkin bekerja di suatu badan penelitian atau daftarkan diri turut kegiatan-kegiatan ekspedisi. Ingat, Anda hanya butuh bekerja keras serta ingin belajar suatu hal yang baru. 

"Penjelajahan bukan hanya jadi orang pertama yang menjumpai suatu hal, namun ini perihal pemahaman serta belajar semakin banyak perihal hal itu," tandas HanburyTenison yang barusan menerbitkan buku The Explorers modern.

Related posts