Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

taman wisata ancol jakarta – Mister Slamet, Tukang Becak Berbahasa Inggris di Banyuwangi

Mister-Slamet,-Tukang-Becak-Berbahasa-Inggris-di-Banyuwangi

taman wisata ancol jakarta – Banyuwangi kelihatannya selalu menyiapkan diri untuk menerima kunjungan wisatawan asing. Tukang becak disana, mulai membekali diri dengan bahasa Inggris, supaya cas cis cus bicara dengan wisatawan yang naik becak mereka. 

Mister-Slamet,-Tukang-Becak-Berbahasa-Inggris-di-Banyuwangi

Hiruk pikuk Pasar Banyuwangi ramai seperti umumnya. Tetapi di pojok pasar itu, beberapa kumpulan para tukang becak tengah memerhatikan pembicaraan dua orang dengan Bahasa Inggris. 

Ya, mereka tengah belajar bahasa Inggris. Dari sebagian tukang becak, tampak seseorang tukang becak yang aktif melafalkan kata untuk kata dalam bahasa Inggris. Yaitu Slamet (53) atau umum dipanggil Mister Slamet, sangat aktif dalam ikuti pelajaran Bahasa Inggrisnya. 

"My name mister Slamet, do you want to see Banyuwangi with my becak, madam?" tutur Slamet di depan tutor serta beberapa tukang becak yang lain. 

Mister Slamet sangat aktif menjawab maupun menirukan kalimat-kalimat sapaan serta dialog bahasa Inggris ini. Tidak jarang gelak tawa nampak saat mereka salah mengucap kalimat itu. 

"Can I help you? Ayo dicoba," tutur Aekanu, guru bahasa Inggris yang mengajar beberapa tukang becak ini. Lalu mereka serentak mengikutinya. 

Tetapi Mister Slamet dengan lantangnya menyampaikan "Can I Love You?". Sontak saja membuat tertawa beberapa orang di sekitar yang kebetulan mendengarnya. 

Mister Slamet telah 3 tahun ini menjadi tukang becak sesudah menentukan banting setir dari tukang ojek. Karena menjadi tukang becak lebih menjanjikan pendapatan lebih, dirinya meninggalkan profesi tukang becaknya. 

Terlebih waktu ini, dirinya menjadi spesialis pengangkut turis yang mau city tour dengan memakai becaknya. Tetapi sekali-kali dirinya juga menarik ojek untuk wisatawan backpacker ke Kawah Ijen dengan tarif Rp 300 ribu perhari. 

"Bila janjian dengan turis, Mas, kita harus tepat saat. Turisnya minta jam 7 ya kita datang jam setengah 7," tutur pria beranak 3 ini. 

Dari segi pendapatan, Mister Slamet mengakui dirinya memperoleh lebih menjadi tukang becak untuk turis ini. Rata-rata untuk turis dirinya mematok harga Rp 30 ribu rupiah, untuk keliling Pasar Banyuwangi, Taman Blambangan, Kelenteng Hoo Tong Bio serta Taman Sritanjung. 

"Ibaratkan turis itu tambang mas, bila kita ramah serta baik dengan turis, pasti kita bisa uang dari mereka," katanya sembari mengatur roda becaknya. 

Diakui mister Slamet, dirinya baru sekali memperoleh pelatihan tukang becak sadar wisata serta tahun 2013 lalu. Sepanjang 2 hari Mister Slamet dididik pengetahuan bahasa Inggris serta obyek wisata alam di Banyuwangi. 

Kursus itu berniat difasilitasi Pemkab Banyuwangi. Maksudnya agar masyarakat penyokong daerah wisata, dapat juga jadi promotor wisata terlebih untuk wisatawan asing. 

"Yang saya hapal pertama yaitu kata panduan serta how much. Saya baru pertama diajak kursus. Saya mengharapkan ada lagi agar saya lebih pinter bahasa Inggris," tandas pria kurus ini. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku bahwasanya kehadiran tukang becak di daerahnya pantas juga diperhatikan untuk mendukung pariwisata yang tengah menggeliat. 

"Mereka butuh diberikan bekal supaya dapat melayani wisatawan dengan ramah serta baik. Tidak bisa aji mumpung, selalu memahalkan tarif. Begitupun bekal bahasa juga kita berikanlah dengan cara bertahap, ini bagian dari proses," kata Bupati Anas, Kamis (17/4/2014).

Related posts