Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Tour ke Pulau Pramuka – Mengambil Kesejukan Sedona

Tour ke Pulau Pramuka – Sedona tidak cuma populer dengan bebatuan merah yang memukau, namun juga gabungan rimba yang hijau serta kota kecil yang unik serta artistik. Musim panas di Arizona (Amerika Serikat) —tepatnya di ibu kota Phoenix— bukanlah waktu yang mengasyikkan. Mulai sejak pertengahan bln. April sampai selama bln. Mei, Juni, Juli, serta Agustus, suhu paling tinggi dapat meraih 48 derajat celsius.

Mengambil Kesejukan SedonaKonon beritanya di hari-hari yang paling panas, telur yang dipecahkan diatas aspal di siang hari dapat masak terserang cahaya matahari. Waktu musim panas, masyarakat seputar kota Phoenix umumnya menyempatkan diri meninggalkan sesaat situasi panas di kota mereka, menuju ke lokasi yang lebih sejuk. Satu diantara tempat maksud yang paling populer untuk berlibur singkat mencari kesejukan yaitu Sedona.

Sedona terdapat dibagian utara Arizona, tepatnya seputar 200 km. dari ibukota Phoenix, berdekatan dengan kota-kota bertemperatur dingin yang lain seperti Flagstaff, Jerome, Prescott, serta Camp Verde. Janganlah pikirkan Sedona seperti kota metropolitan komplit dengan sarana mal serta jalan layang. Kota ini cuma berpenduduk seputar 10 ribu jiwa.

Tetapi janganlah kaget, walau kota mungil dengan sedikit masyarakat, masalah popularitas kota ini populer eksklusif. Pesohor populer dunia banyak yang menyempatkan diri untuk singgah ke kota ini, salah satunya Nicolas Cage, Johnny Depp, Bob Dylan, Mike Tyson, Martha Stewart, sampai Oprah. Sebagian bahkan juga beli property rumah peristirahatan disini. Tidak heran, walau kota kecil, harga property serta tempat sangat mahal di Sedona, bahkan juga tambah lebih mahal dibanding dengan harga property serta tempat di ibukota Phoenix.

Sedona memanglah kota kecil yang mengasyikkan. Ada beberapa hal yang dapat ditangani waktu bertandang kesana. Yang paling umum yaitu menjelajah taman nasional Red Rock. Taman nasional ini tidak besar, cuma seputar 286 acre, tetapi pemandangannya sangatlah mengagumkan. Padang rumput hijau dibingkai oleh vegetasi asli serta bukit-bukit batu merah berkombinasi dengan warna oranye menyala. Sungai kecil berliku yang lewat taman nasional jadi rumah untuk bermacam tanaman serta satwa liar.

Komune Seni serta Perajin di Tlaquepaque Inilah satu diantara tempat favorite saya di Sedona untuk bersihkan mata, diluar masalah menjelajah alam. Pojok kecil tempat yang disebut komune seni serta perajin ini menghidangkan pengalaman tidak terlupakan dalam konteks belanja. Di bangun dengan ide kampung tradisional Meksiko, Tlaquepaque, yang bermakna ‘terbaik dari semuanya’ sudah jadi landmark Sedona mulai sejak th. 1970-an.

Komune ini tempati ruang yang dipenuhi bangunan unik dengan dinding ditumbuhi tanaman menyebar, jalan setapak bebatuan, serta gerbang paling utama yang megah serta artistik. Lantaran keunikannya, Tlaquepaque jadi maksud pendatang yang mau belanja oleh-oleh, atau sekedar hanya duduk sembari nikmati musik tradisional. Bila tengah mujur, pengunjung dapat lihat seniman lokal tengah kerjakan proyek seninya.

Tlaquepaque juga kerap jadi tempat festival seni, termasuk juga tari-tarian serta musik. Mencari Tuhan di Chapel of the Holy Cross. Menurut narasi, arsitektur unik serta tempat khusus kapel ini adalah karya Marguerite Bruswig Staude yang di inspirasi waktu lakukan perjalanan ke New York di th. 1932 serta merasakan bahwa bangunan Empire State yang baru di bangun waktu itu apabila dipandang dari pojok spesifik, bakal membuahkan ilusi berupa salib.

Berdasar pada ide itu, Staude berkeliling Eropa serta Amerika untuk mencari tempat ideal untuk pembangunan gereja itu, serta waktu bertandang ke Sedona, ia tersentuh dengan keindahan alam Sedona serta mengambil keputusan untuk bangun kapel disini. Kapel yang usai di bangun pada th. 1952 serta adalah contoh prima dari seni arsitektur moderen yang mengutamakan pada keindahan jendela serta salib di belakang altar.

Terdapat diantara dua ‘menara’ batu merah, the Chapel of the Holy Cross menghidangkan panorama spektakuler, terlebih mendekati matahari tenggelam. Walau adalah sisi dari instansi agama Katolik, tiap-tiap orang yang mau bertandang serta masuk ke kapel di terima dengan tangan terbuka. Pengunjung dari beragam kepercayaan bisa berdoa seperti yang saya kerjakan, atau bermediatasi, bahkan juga sekedar hanya merenung, sembari duduk diam nikmati alam.

Gabungan keindahan alam, kemampuan karya seni serta kerajinan tangan, dan atmosfer spiritual adalah kombinasi mengagumkan, yang disebut satu diantara kemampuan Sedona, dibanding tempat sejenis yang juga menghidangkan keindahan alam seperti Grand Canyon, umpamanya. Tidak heran ada perkataan populer perihal Sedona, “God’s Created Grand Canyon, but He Himself Reside At Sedona.”

Related posts