Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

Villa Lima Pulau Pramuka – Misteri Tugu Obelisk di Taman Proklamator

Villa Lima Pulau Pramuka – Taman Proklamator yaitu satu diantara destinasi wisata histori di Jakarta. Disini ada Monumen Proklamator Soekarno-Hatta. Namun wisatawan serta orang-orang tidak sering memerhatikan tugu obelisk disana. Apa misteri tugu ini?
Misteri Tugu Obelisk di Taman Proklamator
Di satu diantara pojok Tugu Proklamasi di Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, ada tugu berupa sisi empat dengan tinggi seputar dua hingga tiga mtr. Di puncaknya, tugu itu berupa prisma. Puncaknya serupa seperti piramida. Tugu ini biasanya dimaksud obelisk. kami menyambangi tugu itu Sabtu (13/9/2014) siang. Sesungguhnya, terkecuali tugu berupa obelisk, di Taman Proklamator ada pula Tugu Petir yang berupa silinder menjulang 17 mtr. dengan ujung berbentuk lambang petir. Tugu Petir dulu adalah rumah Bung Karno, tempat dibacakannya proklamasi.

Sayangnya tidak ada pengelola yang dapat berikan info masalah tugu berupa obelisk itu. Beberapa pertanyaan menggantung masalah bangunan berupa obelisk itu. Ada pula yang menyebutkan lumrah saja berupa obelisk lantaran tugu di tiap-tiap kota biasanya seperti itu. Tetapi tidak sedikit juga yang mengaitkannya dengan isu-isu liar yang susah diklarifikasi kebenarannya. Obelisk sama dengan grup Illuminati, dengan ciri khas tugu sisi empat serta puncak prisma seperti piramid.

Sejatinya, tugu berupa obelisk itu bernama ‘Tugu Peringatan Satu Th. Proklamasi’. Di tugu berupa obelisk itu juga, ada info tercatat, ‘Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia Atas Oesaha Kaoem Wanita Djakarta’. Sesaat di segi demikian sebaliknya ada juga 2 buah ukiran plakat. Plakat‎ pertama yakni salinan teks proklamasi yang dibacakan Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 waktu menyebutkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu, plakat yang lain ada dibawah plakat itu yang berbentuk gambar peta lokasi Indonesia yang berbentuk kepulauan.

Nah, misterinya diawali dari sini. Soekarno juga sebagai orang yang sangatlah menghormati histori, nyatanya pernah memerintahkan tugu serta rumah Pegangsaan Timur dihancurkan. Dalam pidato di sidang pleno Depernas (Bapenas sekarang-red) di Bandung pada 13 Agustus 1960, dia menyebutkan tugu obelisk itu juga sebagai tugu Linggarjati. “17 Agustus ini, bakal saja perintahkan membongkar tugu Linggardjati itu, supaya supaja kelak djikalau kita mentjangkul, ajunan tjangkul kita jang pertama, itu bermakna bahwa kita di Pegangsaan Timur 56 itu bakal membangun kita punja Tugu Proklamasi, persis di tempat di mana dahulu Proklamasi dibatjakan, ” tegas Soekarno.

Tidak cuma itu saja, Soekarno dulu sempat juga meminta pembongkaran rumah di Pegangsaan Timur itu. Tugu Proklamasi dulu adalah tempat tinggal Soekarno, tempat pembacaan Proklamasi. “Serta hasrat saja pribadi, juga sebagai arsitek, adalah supaja gedung jang diberi nama gedung proklamasi itu diratakan dengan muka bumi. Sebaliknja di situ untuk tugu sadja jang mendjulang kelangit 17 mtr. tinggi, terbuat dari pada perunggu, seputarnja satu taman jang indah, di mana kita punja anak-anak kita bersenang-senang sehari-hari, ” papar Soekarno.

Tidak terang info kenapa tugu itu dinamai Soekarno tugu Linggarjati. Mungkin saja saja ada kaitan dengan perundingan pada Indonesia serta Belanda di Linggarjati di lokasi Kuningan serta Cirebon, Jawa Barat. Yang juga jadi misteri, mengapa Soekarno jadi meminta rumah bersejarahnya serta tugu obelisk dihancurkan. Pada akhirnya cuma rumah Soekarno yang dihancurkan, sedang tugu obelisknya jadi dipertahankan, itu juga jadi misteri.

Related posts