Our Mission
  • Kepuasan Anda Menjadi Tujuan Utama Kami

  • Cheap, Fun n Memorable

  • Berpengalaman lebih dari 5 Tahun

web dufan – Cerita Tragis Di Balik Keindahan Curug Orok Yang Berada Di Garut

Kisah-Tragis-di-Balik-Keindahan-Curug-Orok-Garut

web dufan – Curug Orok yaitu lokasi wisata air terjun yang ada di sisi selatan kota Garut. Dibalik keindahan derasnya air, nyatanya tersimpan cerita tragis yang menyentuh hati. 

Kisah-Tragis-di-Balik-Keindahan-Curug-Orok-Garut

Garut memanglah kaya dengan pesona alam. Salah satu di antara dapat dinikmati di Curug Orok, sebuah tempat wisata berbentuk air terjun yang ada di sisi selatan Kota Garut. Curug Orok adalah satu dari beberapa air terjun di Garut yang paling mudah diakses. 

Dari pusat kota Garut, kita bisa meneruskan perjalanan ke lokasi Cikajang, seputar 25 kilometer ke arah selatan, melalui Jalan Raya Cimanuk, Jalan Raya Bayongbong, Jalan Raya Cisurupan, sampai tiba di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang. 

Di sepanjang perjalanan menuju lokasi ini, saya menikmati hawa sejuk serta panorama indah yang terbentang di antara gunung Papandayan serta Gunung Cikuray. Di kanan kiri terlihat lahan-lahan pertanian buah serta sayuran yang terpelihara dengan baik. Dari kejauhan menjulang Gunung Papandayan serta Gunung Cikuray yang terlihat indah dengan latar langit biru. 

Sesudah tiba di pertigaan Cikandang, kendaraan berbelok ke arah kanan, menuju lokasi Perkebunan Nusantara VIII Papandayan. Sembari menikmati keindahan hamparan perkebunan teh di sepanjang perjalanan, saya pun tiba di gerbang menuju lokasi Curug Orok, hanya sekitar 300 meter dari jalan utama. 

Untuk memasuki area wisata, setiap pengunjung dikenakan tarif 10.000 rupiah per orang. Sedangkan kendaraan bisa diparkir di area parkir yang ada di beberapa lokasi dengan tarif normal. 

Curug Orok terdapat di suatu lembah. Dari jauh telah terdengar gemuruh air yang tercurah dari ketinggian. Sesudah menuruni beberapa puluh anak tangga yang telah diatur dengan cukup baik, saya pun pada akhirnya tiba di lokasi. 

Semakin dekat, keindahan air terjun setinggi 40 meter ini makin jelas terlihat. Sebagian air terjun kecil di sekitarnya mengalir dari sela-sela tebing yang tertutup perdu, membuatnya terlihat cantik, seperti miniatur taman air terjun. Air deras terhempas di atas ceruk berbatu-batu serta mengalir menuju sungai. Butiran airnya tertiup angin, menyegarkan hawa di sekelilingnya. 

Dengan tebing yang rimbun dengan beragam tanaman hijau serta cahaya mentari yang memantul diatas riak air sungai, panorama di sekitar air terjun ini terlihat benar-benar menarik. Pelangi-pelangi kecil juga samar-samar nampak diatas air. 

Saya menikmati situasi sembari sekedar duduk di pinggir air terjun, atau di sebagian gazebo yang ada disini. Beberapa pengunjung terlihat bermain-main di genangan air, atau berfoto-foto di atas batu-batu besar dengan latar air terjun. 

Keindahan air terjun ini benar-benar bertolak belakang dengan cerita suram perihal penamaannya. Konon, air terjun ini bernama "Orok" atau bayi, lantaran disini sempat berlangsung momen tragis, tentang bayi yang terbuang. Namun itu cuma narasi, walau saya juga mengharapkan namanya ditukar dengan nama yang lebih mencerminkan keindahannya. 

Sesudah puas menikmati keindahan air terjun, saya kembali melalui beberapa puluh anak tangga menuju ke atas. Cukup melelahkan memang. Namun panorama indah yang terhampar di sekelilingnya menjadi penawar yang mengasyikkan. Serta setibanya diatas ada tempat istirahat yang cukup cukup. 

Disini juga ada penjual bermacam panganan mudah. Sesudah beristirahat sesaat, saya meneruskan acara wisata dengan berjalan-jalan di perkebunan teh yang luas sembari nikmati hawa segar.

Related posts